Thomas mengatakan segera laporkan kejadian tersebut ke Pusat Riset Antariksa (PR Antariksa) BRIN untuk diidentifikasi orbit dan objek asalnya. Sering kali informasi tercepat via media sosial.
Secara umum, kata Thomas, dari objek asalnya akan diketahui ada tidaknya bahan berbahaya pada sampah tersebut. Bila hanya pecahan badan roket umumnya tidak berbahaya, kecuali ada peringatan dari negara pemilik roket tersebut.
Menurut Thomas Pusat Riset Antariksa sudah menganalisis lintasan orbit sampah antariksa CZ-5B yang melintasi Kalimantan Barat. Dengan laporan waktu kejadian dan foto yang beredar di berbagai media, Pusat Riset Antariksa segera dapat mengindentifikasi bahwa objek yang ditemukan warga adalah benar pecahan badan roket CZ-5B.
“Objek tersebut tidak berbahaya. Biasanya sampah antariksa dikoleksi oleh PR Antariksa untuk tujuan riset dan edukasi publik. PR Antariksa yang diwakili Balai Pontianak telah berkoordinasi dengan aparat setempat,” katanya.
Koordinator Otoritas Ilmiah Penerbangan dan Antariksa BRIN, Leo K. Rijadi, mengatakan benda yang jatuh tersebut adalah serpihan Roket Long March 5B (CZ-5B) milik RRT dan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan CNSA (Badan Administrasi Antariksa Tiongkok) melalui Kedutaan Besar RRT terkait dengan hal itu.





Komentar tentang post