Selasa, Mei 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tiga Senyawa Kimia Penyumbang Gas Rumah Kaca Terbanyak

redaksi
17 November 2023
Kategori : Berita, Iklim
0
Tiga Senyawa Kimia Penyumbang Gas Rumah Kaca Terbanyak

Gas rumah kaca utama, karbon dioksida (CO2), metana (CH4) dan Nitrous Oxide (N2O). GAMBAR: WMO

Tingkat pertumbuhan konsentrasi CO2 sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya dan rata-rata selama satu dekade, menurut Buletin Gas Rumah Kaca WMO.

Namun hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh variasi alami dalam siklus karbon dalam jangka pendek dan emisi baru akibat kegiatan industri terus meningkat.

Konsentrasi metana juga meningkat, dan kadar dinitrogen oksida, gas utama ketiga, mengalami peningkatan tertinggi dari tahun ke tahun dalam sejarah dari tahun 2021 hingga 2022.

Sekretaris Jenderal WMO Prof. Petteri Taalas, menjelaskan, meskipun sudah ada peringatan selama puluhan tahun dari komunitas ilmiah, ribuan halaman laporan, dan puluhan konferensi iklim, “kita masih menuju ke arah yang salah.”

Menurut Prof. Taalas, tingkat konsentrasi gas rumah kaca saat ini menempatkan kita pada jalur peningkatan suhu jauh di atas target Perjanjian Paris pada akhir abad ini.

“Hal ini akan disertai dengan cuaca yang lebih ekstrem, termasuk panas dan curah hujan yang tinggi, pencairan es, kenaikan permukaan laut, serta panas dan pengasaman laut,” kata Prof. Taalas.

Laporan Kesenjangan Emisi yang terpisah dan saling melengkapi akan dirilis pada tanggal 20 November. Laporan tersebut hasil studi ilmiah terkini mengenai emisi gas rumah kaca saat ini dan perkiraan di masa depan.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Emisi gas rumah kacaKarbon DioksidaMetanaNitrous OxidePerubahan IklimWorld Meteorological Organization
Bagikan12Tweet2KirimKirim
Previous Post

Integrasi Ilmu dan Kebijakan Dalam Menanggapi Perubahan Iklim Global

Next Post

Suhu Panas Menyerang Indonesia

Postingan Terkait

Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

19 Mei 2026
WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

19 Mei 2026

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Berpotensi Hujan

Hujan Berpotensi Terjadi di Indonesia Saat El Niño Condition

Banjir Melanda 10 Kelurahan di Kota Gorontalo

Penambangan Pasir Mengakibatkan Degradasi Lingkungan

Penggunaan Pasir Berlebihan Mengancam Ekosistem dan Mata Pencaharian

Program Studi S1 Ilmu Lingkungan UNG Meraih Akreditasi Baik dari BAN-PT

Next Post
Suhu Panas Menyerang Indonesia

Suhu Panas Menyerang Indonesia

TERBARU

Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Berpotensi Hujan

Hujan Berpotensi Terjadi di Indonesia Saat El Niño Condition

Banjir Melanda 10 Kelurahan di Kota Gorontalo

Penambangan Pasir Mengakibatkan Degradasi Lingkungan

AmsiNews

REKOMENDASI

Histori Letusan Gunung Semeru

Setelah Seroja, Muncul Siklon Tropis Odette

Penangkap Ikan dengan Bom Rakitan Ditangkap di Banggai Laut

Tsunami Palu Menarik Perhatian Komunitas Peneliti Internasional

Badai Tropis Parah Yagi Bergerak di Laut Cina Selatan

Setiap Tahun Polusi Udara Menyebabkan Kematian 6,7 Juta Orang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.