Salah satu kegiatan pada penelitian Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” TNI Angkatan Laut yang saat ini sedang berlangsung, melaksanakan pengukuran (verifikasi) kondisi serta penggambaran titik dasar tersebut sesuai kondisi terkini.
Kegiatan ini meliputi survei hidro-oseanografi,mulai dari pengukuran batimetri, geodetik, pasang surut dan pengukuran garis pantai.
Kemudian, pemetaan citra satelit batimetri sebagai upaya verifikasi posisi titik dasar di Pulau Yiew, sebagai salah satu titik dasar yang utama dalam penetapan batas maritim antara negara Indonesia dan Palau.
Melalui hasil pengolahan data yang diperoleh dari hasil survei hidro–oseanografi di pulau tersebut diharapkan dapat digunakan dalam mendukung kebutuhan acuan dalam aspek teknis bagi delegasi Pemerintah Indonesia pada perundingan batas maritim RI dengan negara tetangga Palau.
Nama Pulau Yiew pertama kali disebut sebagai nama “Iaw” yang berarti pulau burung karena di pulau ini terdapat burung emas yang disebut “Iaw” oleh masyarakat setempat.
Secara Administratif, Pulau Yiew menjadi bagian dari Maluku Utara yang berada di Desa Gemia. Secara fisik pulau ini tidak berpenghuni.
Adapun komposisi daratan pulau Sebagian besar adalah hutan (sebesar 76% dari luasan total pulau) dan batuan karang.





Komentar tentang post