Di samping itu, tim aju BNPB yang dibantu oleh KBRI dan KJRI secara kontinyu berkoordinasi dengan otoritas kesehatan di tingkat Provinsi Sindh maupun Distrik Malir dan Mirpur-khas.
Kedua distrik yang berada di Sindh ini akan menjadi tempat untuk para personel medis memberikan pelayanan kesehatan. Mereka akan menetap pada pos pengungsian maupun bergerak mengunjungi titik-titik pos pengungsian.
Sebelumnya, pada Kamis (6/10), Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto melepas tim medis di Graha BNPB, Jakarta.
Suharyanto menyampaikan terima kasih kepada para tenaga medis dari berbagai institusi, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, Univeristas Andalas dan MDMC untuk mulai tugas kemanusiaan di Pakistan.
Tim tersebut terdiri atas personel gabungan yaitu Kementerian Kesehatan 4 personel, TNI 10, Polri 6, Universitas Andalas 2 dan MDMC 7. Para tenaga medis ini memiliki kompetensi berbeda, seperti dokter spesialis, perawat, bidan dan apoteker.
Dirikan Tenda
Pada Sabtu (1/10) BNPB mendirikan tenda yang akan digunakan sebagai ruang publik. Tenda tersebut berada di tent city atau pos pengungsian, Distrik Bin Qasim, Provinsi Sindh, Pakistan. Beberapa warga penyintas membantu pendirian tenda tersebut.
Titik pendirian tenda telah direkomendasikan oleh otoritas pemerintah daerah setempat. Tenda multi fungsi yang dapat digunakan sebagai fasilitas publik pada pos pengungsian, seperti untuk pelayanan kesehatan, sekolah darurat, aktivitas psikososial atau tempat ibadah.





Komentar tentang post