Menurut Observatorium Hong Kong (HKO), pada Senin (25/8) pagi, topan ini berkumpul sekitar 190 kilometer sebelah barat Sanya, Pulau Hainan, Cina.
HKO memperkirakan sistem akan bergerak ke barat laut dengan kecepatan sekitar 18 kilometer per jam menuju Vietnam tengah dan utara. Saat Kajiki bergerak ke daratan perlahan akan menghilang.
Antisipasi Banjir dan Longsor
Melansir Vietnamnews.vn, banjir bandang dan tanah longsor dapat terjadi di wilayah pegunungan dari Thanh Hoa hingga Hue.
Kementerian Pertahanan Nasional telah mengerahkan lebih dari 346.200 perwira dan prajurit beserta 8.200 kendaraan dari berbagai jenis untuk bersiap menghadapi topan tersebut.
Penjaga Perbatasan provinsi dan kota dari Quang Ninh hingga Khanh Hoa telah memberikan pemberitahuan dan arahan kepada lebih dari 59.600 kendaraan dan sekitar 248.820 orang mengenai perkembangan dan arah topan, agar mereka dapat bergerak untuk menghindari dampak badai dan mengungsi dari daerah berbahaya.
Penjaga Perbatasan Ha Tinh, Hue, dan Quang Ngai telah meminta 115 perwira dan prajurit untuk menginstruksikan dan mengatur 274 kapal di area berlabuh, memperkuat sembilan rakit, dan membantu penduduk setempat menguatkan 13 rumah.
Persiapan Menghadapi Topan Kajiki
Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh, memimpin konferensi di provinsi Nghe An pada hari Minggu untuk mengoordinasikan persiapan menghadapi Topan Kajiki. Ini badai kelima yang menghantam Laut Timur Vietnam tahun ini, sementara pihak berwenang bersiap menghadapi potensi dampaknya.




