PM Chinh memperingatkan bahwa topan yang semakin intensif ini dapat memicu hujan lebat, banjir bandang, tanah longsor, dan genangan yang meluas, yang menimbulkan risiko bagi daerah pegunungan, dataran rendah, dan pesisir.
PM menyerukan tindakan tegas, mendesak kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk bersiap secara proaktif dan memantau lintasan badai dengan cermat sebelum mencapai daratan. Memobilisasi tenaga kerja dan sumber daya, penyusunan rencana evakuasi yang terperinci, dan memprioritaskan keselamatan manusia di atas segalanya, diikuti dengan perlindungan properti dan memastikan respons yang cepat dan efektif.
PM menguraikan langkah-langkah segera, termasuk merelokasi penduduk dari daerah rawan banjir, tanah longsor, gelombang pasang, dan erosi tepi sungai ke zona yang lebih aman.
Pihak berwenang diarahkan untuk mengamankan kapal, mengarahkan mereka yang berada di daerah berisiko tinggi ke tempat yang aman, dan mencegah yang lain berlayar ke tempat yang berbahaya, kata PM Chinh seperti dikutup dari Vietnamnews.vn.
Pembatalan Penerbangan
Vietnamnews.vn melaporkan Vietnam Airlines menyesuaikan jadwal penerbangan pada 24-25 Agustus akibat Topan Kajiki
Maskapai penerbangan nasional Vietnam Airlines mengumumkan pada Minggu sore akan menyesuaikan penerbangan di beberapa bandara di Vietnam tengah akibat dampak Topan Kajiki.




