Terlihat bahwa penerbitan peringatan internasional yang cepat memungkinkan pemerintah dan otoritas lokal untuk mengaktifkan protokol kesiapsiagaan, yang memperkuat tahap “hilir” dari peringatan tsunami di wilayah-wilayah berisiko tinggi. Dampak dari inisiatif seperti Tsunami Ready Programme dan International Tsunami Information Centre terlihat jelas melalui kemampuan pemerintah daerah dalam merespons peringatan tsunami—mulai dari penggunaan sirene pesisir, penyebaran materi kesadaran publik, pengiriman peringatan melalui SMS massal, hingga pelaksanaan latihan evakuasi.
Hari Kesadaran Tsunami Sedunia (World Tsunami Awareness Day) diperingati setiap tanggal 5 November.
Menurut United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) atau Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana, tekadang tsunami datang lebih cepat sebelum peringatan resmi dikeluarkan.
Pengetahuan yang dimiliki masyarakat serta tindakan yang mereka ambil pada menit-menit awal tersebut sering kali menjadi penentu siapa yang akan selamat.
Sistem peringatan dini tsunami telah mengalami perubahan besar sejak tahun 2004. Jaringan regional kini mampu mendeteksi ancaman dan mengeluarkan peringatan di setiap cekungan samudra utama. Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, inisiatif “Peringatan Dini untuk Semua” (Early Warnings for All) dari Sekretaris Jenderal PBB telah memperluas jangkauan sistem peringatan untuk berbagai jenis bahaya.




