Senin, Juni 29, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

redaksi
29 Juni 2026
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

Limbah tambang emas. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Program Lingkungan PBB (UNEP) dan Global Environment Facility (GEF) secara resmi telah memulai Program Pemantauan Bahan Kimia Global (GCMP) senilai US$ 23,5 juta.

Inisiatif ini dirancang untuk mendukung evaluasi efektivitas Konvensi Stockholm tentang Polutan Organik Persisten (POPs) dan Konvensi Minamata tentang Merkuri.

Tujuannya untuk mengurangi polusi global sekaligus memperkuat kapasitas negara-negara berkembang untuk memantau bahan kimia berbahaya dan mendukung pembuatan kebijakan berbasis bukti.

Dibiayai oleh GEF, program ini didukung oleh pembiayaan bersama sebesar US$ 50 juta. Program pemantauan ini terdiri atas enam proyek.

Satu proyek koordinasi global dan lima proyek regional yang berfokus di Afrika, Asia, Kepulauan Pasifik, Amerika Latin, dan Karibia. Melalui pemantauan ini akan menghasilkan bukti ilmiah yang kuat tentang polusi kimia, meningkatkan data untuk menginformasikan pengembangan kebijakan, memperkuat kerja sama, dan mendukung pemantauan jangka panjang Polutan Organik Persisten dan merkuri.

Dengan menghasilkan data yang andal tentang Polutan Organik Persisten dan merkuri, GCMP berkontribusi terhadap pemahaman yang lebih baik tentang bahan kimia beracun yang terpapar pada manusia melalui udara, air, dan makanan – terutama kelompok yang paling rentan, termasuk bayi baru lahir melalui ASI yang terkontaminasi.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: Global Environment FacilityKonvensi Minamata mengenai MerkuriKonvensi StockholmmerkuriUNEP
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Bibit Siklon Tropis 96W Terletak di Utara Timur Laut Morotai

Next Post

Peneliti UNG dan Vrije Universiteit Amsterdam Menyoroti Krisis Penggunaan Merkuri

Postingan Terkait

Peneliti UNG dan Vrije Universiteit Amsterdam Menyoroti Krisis Penggunaan Merkuri

Peneliti UNG dan Vrije Universiteit Amsterdam Menyoroti Krisis Penggunaan Merkuri

29 Juni 2026
Badai Tropis Sedang Berkembang di Perairan Terbuka Samudra Hindia

Bibit Siklon Tropis 96W Terletak di Utara Timur Laut Morotai

29 Juni 2026

Temuan Ikan Purba Raja Laut di Perairan Pulau Siladen Penting Bagi Konservasi Coelacanth di Indonesia

Gempa Dahsyat Venezuela, 1.430 Orang Tewas dan 3.238 Terluka, Kerugian Ditaksir $6,7 miliar

Jalur Pelayaran Utama di Selat Hormuz Masih Terkontaminasi Ranjau Laut

PBB Evakuasi 2.500 Pelaut Melewati Selat Hormuz

Temuan Peneliti UNG Penderita Diabetes Tak Terkontrol Bisa Sebabkan Kebutaan

Korban Tewas Gempa Ganda Venezuela 920 Orang, 3.360 Terluka

Next Post
Peneliti UNG dan Vrije Universiteit Amsterdam Menyoroti Krisis Penggunaan Merkuri

Peneliti UNG dan Vrije Universiteit Amsterdam Menyoroti Krisis Penggunaan Merkuri

TERBARU

Peneliti UNG dan Vrije Universiteit Amsterdam Menyoroti Krisis Penggunaan Merkuri

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

Bibit Siklon Tropis 96W Terletak di Utara Timur Laut Morotai

Temuan Ikan Purba Raja Laut di Perairan Pulau Siladen Penting Bagi Konservasi Coelacanth di Indonesia

Gempa Dahsyat Venezuela, 1.430 Orang Tewas dan 3.238 Terluka, Kerugian Ditaksir $6,7 miliar

Jalur Pelayaran Utama di Selat Hormuz Masih Terkontaminasi Ranjau Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Tim SAR Hentikan Pencarian Nelayan Hilang di Lombok Barat

Penting Pengelolaan Garam dari Hulu hingga Hilir

Mencegah Kebakaran Kapal Ikan

Tanjung Puting, Habitat Anggrek Hitam dan Wisata Alam

UNG Half Marathon 2025 Buka Pendaftaran Batch 2

Topan Super Mawar Meninggalkan Guam Tanpa Listrik dan Air Bersih

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.