Senin, Juli 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

redaksi
29 Juni 2026
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

Limbah tambang emas. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Program Lingkungan PBB (UNEP) dan Global Environment Facility (GEF) secara resmi telah memulai Program Pemantauan Bahan Kimia Global (GCMP) senilai US$ 23,5 juta.

Inisiatif ini dirancang untuk mendukung evaluasi efektivitas Konvensi Stockholm tentang Polutan Organik Persisten (POPs) dan Konvensi Minamata tentang Merkuri.

Tujuannya untuk mengurangi polusi global sekaligus memperkuat kapasitas negara-negara berkembang untuk memantau bahan kimia berbahaya dan mendukung pembuatan kebijakan berbasis bukti.

Dibiayai oleh GEF, program ini didukung oleh pembiayaan bersama sebesar US$ 50 juta. Program pemantauan ini terdiri atas enam proyek.

Satu proyek koordinasi global dan lima proyek regional yang berfokus di Afrika, Asia, Kepulauan Pasifik, Amerika Latin, dan Karibia. Melalui pemantauan ini akan menghasilkan bukti ilmiah yang kuat tentang polusi kimia, meningkatkan data untuk menginformasikan pengembangan kebijakan, memperkuat kerja sama, dan mendukung pemantauan jangka panjang Polutan Organik Persisten dan merkuri.

Dengan menghasilkan data yang andal tentang Polutan Organik Persisten dan merkuri, GCMP berkontribusi terhadap pemahaman yang lebih baik tentang bahan kimia beracun yang terpapar pada manusia melalui udara, air, dan makanan – terutama kelompok yang paling rentan, termasuk bayi baru lahir melalui ASI yang terkontaminasi.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: Global Environment FacilityKonvensi Minamata mengenai MerkuriKonvensi StockholmmerkuriUNEP
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bibit Siklon Tropis 96W Terletak di Utara Timur Laut Morotai

Next Post

Peneliti UNG dan Vrije Universiteit Amsterdam Menyoroti Krisis Penggunaan Merkuri

Postingan Terkait

Lebih Dari 3 Juta Orang Dievakuasi Akibat Topan Bavi di Cina

Lebih Dari 3 Juta Orang Dievakuasi Akibat Topan Bavi di Cina

13 Juli 2026
Badai Tropis Bavi Bergerak ke Timur Laut Mendekati Qingdao, Kota di Pesisir Laut Kuning

Badai Tropis Bavi Bergerak ke Timur Laut Mendekati Qingdao, Kota di Pesisir Laut Kuning

13 Juli 2026

6.000 Pelaut Masih Terdampar di Teluk Persia Saat Perang AS dan Iran Kembali Berkecamuk

Badai Tropis Haishen Terbentuk di Dekat Pulau Yap

Hujan yang Dibawa Topan Bavi Meluas di Daratan Cina, Lebih Dari 2,8 Juta Orang Dievakuasi

Badai Tropis Bavi Menuju Laut Kuning

UNG Perkuat Kapasitas Bidang Kesehatan dan Kebencanaan

Kampus Bukan Hanya Fokus Capaian Akademik, Penting Memperhatikan Kondisi Mental Mahasiswa

Next Post
Peneliti UNG dan Vrije Universiteit Amsterdam Menyoroti Krisis Penggunaan Merkuri

Peneliti UNG dan Vrije Universiteit Amsterdam Menyoroti Krisis Penggunaan Merkuri

TERBARU

Lebih Dari 3 Juta Orang Dievakuasi Akibat Topan Bavi di Cina

Badai Tropis Bavi Bergerak ke Timur Laut Mendekati Qingdao, Kota di Pesisir Laut Kuning

6.000 Pelaut Masih Terdampar di Teluk Persia Saat Perang AS dan Iran Kembali Berkecamuk

Badai Tropis Haishen Terbentuk di Dekat Pulau Yap

Hujan yang Dibawa Topan Bavi Meluas di Daratan Cina, Lebih Dari 2,8 Juta Orang Dievakuasi

Badai Tropis Bavi Menuju Laut Kuning

AmsiNews

REKOMENDASI

Ada 50 Ribu Tanaman Dapat Dimakan, Dunia Bergantung pada Beras, Jagung dan Gandum

Dua Siklon Tropis Berkembang di Utara Indonesia

Indonesia Miliki 23,14 juta hektar Kawasan Konservasi Laut

Letusan Mauna Loa Menarik Ribuan Wisatawan ke Pulau Big Hawaii

Lebih Dari 11.600 Pemilih Terdaftar di Kecamatan Tilango

Bila Musim Ubur-Ubur Tiba

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.