Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Proyek USAID SEA telah melakukan kerja sama yang bertujuan memperkuat tata kelola sumber daya perikanan dan kelautan, serta konservasi keanekaragaman hayati di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715 Indonesia.
“Selama masa proyek, USAID SEA menginisiasi berbagai program dalam hal pengelolaan Perikanan Berkelanjutan, Kawasan Konservasi Perairan, Rencana Tata Ruang Laut, serta Penegakan Hukum dalam pembentukan dan penguatan masyarakat pengawas atau Pokmaswas,” kata Nataniel.
Menurut Nataniel, dalam kewenangan pengelolaan ruang laut tersebut, proyek USAID SEA mendukung perencanaan, proses konsultasi publik, serta proses formalisasi hingga penetapan 3 Kawasan Konservasi Perairan (KKP) dengan cakupan mencapai 680,000 hektar. KKP tersebut masing-masung Teluk Berau dan Nusalasi Van Den Bosch di Fakfak, serta KKP Teoenebekia Seribu Satu Sungai Sorong Selatan).
Sekretaris Daerah Nataniel secara resmi menutup pelaksanaan Proyek USAID SEA di Papua Barat dan secara simbolis diwakili oleh Dr Nicolaus Uttung Tike, selaku Staf ahli Gubernur menerima soft copies 5000 dokumentasi dan publikasi hasil pelaksanaan USAID SEA di Papua Barat selama lima tahun.
Acara penutupan proyek dikombinasikan dengan pameran hasil proyek dalam rupa foto, desain alat peraga dan permainan, serta buku-buku publikasi ini digelar di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat. Kegiatan ini disiarkan secara virtual dan dimeriahkan dengan tarian khas Papua, dihadiri oleh kementerian KKP, USAID Indonesia, pemerintah daerah, wakil mitra, akademia, serta penerima manfaat proyek.





Komentar tentang post