Visualisasi struktur tiga dimensi dari spike glycoprotein dengan mutasi yang terjadi yang ditunjukkan dengan bola berwarna.
Belum ada bukti ilmiah yang menyatakan varian baru tersebut dapat meningkatkan resiko kematian ataupun menyebabkan penyakit yang lebih parah.
Hanya saja memang varian tersebut lebih cepat menyebar dan lebih mudah ditularkan. Studi mendalam terkait efek mutasi ini sebetulnya masih dilakukan oleh banyak ilmuwan.
Tidak ada perbedaan pada cara penyebaran varian baru tersebut. Rute utama transmisi adalah sama melalui respiratory droplet dan aerosol. Lalu mengapa bisa cepat menyebar ke berbagai negara?
“Hal ini karena mobilitas manusia yang masih tinggi dan tidak adanya pembatasan perjalanan,” kata Anggia.
Peneliti di Pusat Penelitian Biologi LIPI Menurut Sugiyono Saputra, mengatakan, varian-varian baru muncul sebagai bagian dari siklus hidupnya dan akan muncul seiring waktu karena virus terus berubah melalui mutasi.
Terkadang varian baru muncul dan yang lainnya menghilang. Namun ada juga yang muncul dan kemudian bertahan.
Menurut Sugiyono perbedaan varian baru SARS-CoV-2 dengan varian sebelumnya pada banyak tidaknya mutasi nukleotida (materi genetik) yang terjadi sehingga membentuk klaster atau lineage tersendiri.
Contohnya, pada VUI 202012/01, di mana telah terjadi multiple mutations pada spike protein dan secara total telah terjadinya pergantian atau substitusi sebanyak 29 nukleotida jika dibandingan dengan strain SARS-CoV-2 dari Wuhan.





Komentar tentang post