Awalnya peneliti di Cina mengatakan kalau penyebabnya adalah bakteri Chlamydia. Namun, setelah itu peneliti dari Hongkong dan beberapa peneliti dari negara lainnya menduga bahwa ada dua kemungkinan penyebabknya, yaitu Coronavirus dan Paramyxovirus. Setelah melalui masa yang cukup lama, akhirnya WHO mengumumkan bahwa yang menjadi dalang SARS adalah Coronavirus.
Analisa pencarian penyebab SARS dilakukan dengan mengisolasi virus dari pasien yang diduga mengidap SARS. Kepastian terhadap Coronavirus ini karena ditemukannya virus ini dari pasien SARS. Analisa yang dilakukan antara lain dengan mikroskop, PCR dan sekuensing.
Hasil analisa mikroskop dan PCR memastikan bahwa virus yang bersangkutan adalah Coronavirus. Namun dari hasil analisa sekuennya ditemukan perbedaan antara Coronavirus dari pasien SARS dengan Coronavirus yang ditemukan selama ini. Perbedaan sekuen ini menimbulkan prasangka bahwa kemungkinan virus penyebab SARS ini adalah Coronavirus yang sudah bermutasi. Karena perbedaan ini, khusus untuk Coronavirus penyebab SARS, diberi nama baru, yaitu virus SARS.
Apa itu Coronavirus
Kata “Corona ” berasal dari bahasa Latin yang artinya crown atau mahkota. Ini sesuai dengan bentuk Coronavirus itu sendiri yang dilihat dengan menggunakan mikroskop nampak seperti mahkota (lihat gambar). Bentuk mahkota ini ditandai oleh adanya “Protein S” yang berupa sepatu, sehingga dinamakan spike protein, yang tersebar di sekeliling permukaan virus (tanda panah). “Protein S ” inilah yang berperan penting dalam proses infeksi virus terhadap manusia.





Komentar tentang post