
Selain itu, kata Ahmad, juga terjadi kerusakan pada jaring elektrikal kapal karena kabel yang dipotong oleh para perompak.
Kapal tersebut berlayar sampai di perairan Kuala Teladas dengan cara menyusuri pinggir pesisir dengan kemudi manual dan berhenti karena BBM yang menipis dan stok makanan yang habis.
Akibat kejadian perompakan ini, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan langsung bertindak dan mengejar para perompak. Dari pengejaran oleh Kepolisian Sumatera Selatan, pada Rabu (27/5) telah berhasil menemukan barang-barang yang diambil dari kapal yacht Hoopla.
Menurut Ahmad, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dan Aparat Desa Sungai Sibur membawa barang-barang tersebut ke Kuala Teladas untuk diserahkan kepada nakhoda Tadeusz.
Tim penolong juga telah berhasil membantu melakukan komunikasi antara nakhoda Tadeusz dengan Perwakilan Kedubes Australia di Indonesia melalui sambungan telepon genggam.
Sementara itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Menggala Capt Tommy Aronda mengatakan, selain memberikan bantuan berupa alat masak seperti kompor gas, sembako dan air mineral kepada nakhoda kapal yacht hoopla selama di Tulang Bawang, pihak Dinas Kesehatan Bandar Lampung juga mengirimkan Tim Kesehatan untuk melakukan tes Covid-19 kepada nakhoda.





Komentar tentang post