“Sebenarnya hampir setiap tahun terjadi di wilayah Kabupaten Wonogiri,” kata Bambang.
Bambang mengatakan peristiwa yang terjadi selama kurang lebih 10-15 menit mengarah ke selatan itu tidak menimbulkan adanya kerusakan maupun korban jiwa dan situasi aman terkendali.
“Arah angin putaran angin menuju ke selatan. Tidak berdampak dan kondisi sekarang telah normal kembali,” kata Bambang.
Mengingat adanya fenomena alam tersebut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu panik dengan adanya peristiwa yang terjadi sebagai tanda peralihan musim tersebut.
Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terpengaruh dengan adanya berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Dalam hal ini masyarakat harus tetap waspada terkait adanya peringatan cuaca dari BMKG yang dapat memicu terjadinya peristiwa alam dan berpotensi menjadi bencana alam seperti hingga banjir, angin puting beliung dan tanah longsor.
Menurut informasi BMKG, wilayah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat meliputi Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo dan Purworejo.
Selanjutnya Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Pati, Kudus, Jepara, Magelang dan Surakarta.





Komentar tentang post