Jaringan peringatan dini internasional dan regional telah diperkuat secara signifikan sejak tsunami Samudra Hindia yang melanda Aceh Indonesia dan negara pesisir lainnya tahun 2004 yang menewaskan sekitar 230.000 orang dalam salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah modern.
Saat ini, UNESCO/IOC tetap bertanggung jawab untuk mengoordinasikan peringatan tsunami di seluruh samudra dan lautan melalui Kelompok Koordinasi Antarpemerintah (ICG) regional. Sekretariat WMO dan para anggotanya bekerja sama erat dengan UNESCO/IOC dalam banyak aspek pekerjaan ini.
WMO dan UNESCO/IOC bekerja sama erat melalui Kelompok Kerja IOC untuk Tsunami dan Sistem Peringatan dan Mitigasi Terkait Permukaan Laut Lainnya (TOWS-WG) untuk meningkatkan kesiapsiagaan tsunami global dan memperkuat koordinasi antara Pusat Peringatan Tsunami dan Layanan Meteorologi dan Hidrologi Nasional.
Secara global, lebih dari 35% dari seluruh Pusat Peringatan Tsunami Nasional (NTWC) dioperasikan oleh NMHS, yang merupakan proporsi mayoritas dari semua kategori lembaga.
Lebih lanjut, beberapa kawasan memiliki hingga 80% NMHS yang terlibat dalam proses peringatan dini. WMO terus berupaya membangun kapasitas dan kapabilitas NMHS untuk memastikan mereka dapat memberikan peringatan yang tepat waktu, mudah diakses, dan mudah dipahami.




