Itulah sebabnya para peneliti sangat khawatir dengan gelombang panas yang melanda lautan. Sejak awal tahun 2023, suhu air telah meningkat sebanyak 5°C di beberapa tempat. Pada bulan Februari 2024, rata-rata suhu permukaan laut global telah melampaui 21°C, yang merupakan rekor tertinggi.
Hanya beberapa minggu kemudian, mungkin kumpulan karang paling terkenal di dunia, Great Barrier Reef, terpanggang di bawah suhu panas yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Suhu laut telah meningkat selama lebih dari setahun, dengan bagian merah paling gelap menunjukkan suhu perairan setidaknya lima derajat lebih panas dari biasanya.
Para peneliti mengatakan kombinasi perubahan iklim dan peristiwa cuaca El Nino menyebabkan rekor suhu permukaan laut.
Bagaikan api yang merambat melalui semak-semak, gelombang panas laut telah merusak karang. Para ilmuwan mencatat pemutihan terjadi di 53 negara dari Februari 2023 hingga April 2024, menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) Amerika Serikat dan Inisiatif Terumbu Karang Internasional (International Coral Reef Initiative), yang didukung oleh UNEP. Jumlah tersebut, menurut data Amerika, telah meningkat menjadi 62 negara.
Salah satu daerah yang paling terkena dampaknya adalah Great Barrier Reef, di mana hampir 80 persen singkapan karang telah memutih, menurut laporan dari pemerintah Australia.




