Jumat, Mei 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

World Oceans Day, Karang Dunia Sedang Mengalami Pemutihan Masal

redaksi
8 Juni 2024
Kategori : Berita, Iklim
0
World Oceans Day, Karang Dunia Sedang Mengalami Pemutihan Masal

Gambar ini menunjukkan karang sebelum, selama, dan setelah peristiwa pemutihan. Jika suhu air tetap terlalu tinggi dalam jangka waktu yang lama, karang akan mati dan berubah warna menjadi coklat keruh. FOTO: The Ocean Agency/The Ocean Image Bank

Darilaut – Dua organisasi penelitian terkemuka beberapa minggu yang lalu mengkonfirmasi apa yang telah lama dipikirkan para ilmuwan: terumbu karang perairan hangat di dunia mengalami pemutihan (bleaching) massal untuk keempat kalinya dalam 25 tahun.

Untuk memperingati Hari Laut Sedunia (World Oceans Day) jatuh pada tanggal 8 Juni, dan acara tahun 2024 dirayakan pada tanggal 7 Juni, Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) mengangkat fenomena pemutihan karang.

Karang adalah kumpulan ratusan ribu hewan kecil. Seringkali warnanya berubah-ubah, menjadi pucat pasi saat sedang stres, yang bisa menjadi pertanda kematian mereka.

Para ilmuwan yakin bahwa kenaikan suhu lautan, yang sebagian disebabkan oleh perubahan iklim, sebagai penyebab terjadinya pemutihan terbaru, yang terjadi mulai dari Panama hingga Australia – dan kondisinya semakin memburuk.

Para ahli mengatakan karang merupakan salah satu ekosistem yang paling rentan di planet ini terhadap perubahan iklim. Kota-kota bawah laut ini, yang merupakan tempat hidup 25 persen kehidupan laut, mungkin akan hilang pada akhir abad ini.

“Hilangnya karang akan menjadi tragedi nyata dari sudut pandang keanekaragaman hayati dan ekonomi,” kata Leticia Carvalho, Kepala Cabang Kelautan dan Air Tawar dari UNEP.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: coral bleachingEl Ninopemutihan karangPerubahan IklimSuhu Permukaan LautUNEP
Bagikan4Tweet3KirimKirim
Previous Post

Ada di Teluk Tomini Hiu Paus Belum Terlihat di Botubarani

Next Post

Karang yang Bertahan Terhadap Perubahan Iklim

Postingan Terkait

60 Ribu Benih Ikan Dilepas di Sungai Poigar dan Mondaton Kabupaten Bolaang Mongondow

60 Ribu Benih Ikan Dilepas di Sungai Poigar dan Mondaton Kabupaten Bolaang Mongondow

1 Mei 2026
Krisis Selat Hormuz, PBB: Pembersihan Ranjau Darat Saja Sulit Apalagi di Laut

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

1 Mei 2026

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

Waspada Hujan Ringan dan Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

Next Post
Karang yang Bertahan Terhadap Perubahan Iklim

Karang yang Bertahan Terhadap Perubahan Iklim

TERBARU

60 Ribu Benih Ikan Dilepas di Sungai Poigar dan Mondaton Kabupaten Bolaang Mongondow

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Ikan Hulu’u di Danau Limboto Kelompok Giuris, Butuh Rencana Konservasi yang Spesifik

Panasnya Lautan

Tampilan Situs Web Sriwijaya Air Berubah Menjadi Hitam Putih

Agustus, Semua Kapal Berlayar di Indonesia Wajib Aktifkan AIS

Pencurian Ikan Menurun, Industri Perikanan Belum Berkembang

AMSI Minta Peliputan Jurnalistik Utamakan Keselamatan dari Wabah Covid-19

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.