Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

World Seagrass Day: Lamun, Ruang Alami Paling Berharga di Dunia

redaksi
1 Maret 2023
Kategori : Berita
0
Tiga Mahasiswa IPB Ciptakan Lamun Sebagai Penghambat Kanker Serviks

Padang Lamun (Seagrass). FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah menetapkan 1 Maret sebagai Hari Lamun Sedunia (World Seagrass Day).

Lamun salah satu ekosistem laut yang paling luas penyebarannya di Bumi, mencakup sekitar 300.000 km 2 dasar laut di 159 negara.

Lamun adalah tanaman berbunga yang ditemukan di perairan dangkal di banyak bagian dunia, dari daerah tropis hingga lingkaran Arktik.

Padang lamun sangat penting bagi alam dan manusia. Lamun berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.n

Kontribusi ini melalui ketahanan pangan dari produksi ikan, peningkatan kualitas air yang disaring oleh lamun, perlindungan pantai dari erosi, badai dan banjir, atau penyerapan dan penyimpanan karbon.

Lamun adalah salah satu ekosistem pesisir yang paling tidak terlindungi dan sering menghadapi tekanan kumulatif dari pembangunan pesisir, limpasan nutrisi, dan perubahan iklim.

Padang lamun monokromatik, terdiri atas satu warna. Mungkin tidak banyak warna pada terumbu karang atau se-misterius hutan mangrove.

Tapi padang lamun adalah surga bagi ikan, melindungi pantai dari badai, merupakan penyimpan utama karbon, menjadikannya salah satu ruang alami paling berharga di dunia.

Meskipun penting, ekosistem ini dalam bahaya. Lamun telah menurun secara global sejak tahun 1930-an.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: LamunMitigasi BencanaMitigasi Perubahan IklimPadang Lamunpenyerap karbonUNEPWorld Seagrass Day
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

DPRD Pohuwato Berharap Mutasi Pejabat Bermanfaat untuk Pelayanan

Next Post

Intensitas Topan Judy Meningkat Saat Melintas dan Mendarat di Vanuatu

Postingan Terkait

BMKG: Tinggi Gelombang Capai 2,5 Meter

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

20 April 2026
Daya Tampung UTBK – SNBT di Universitas Negeri Gorontalo 3063 Kursi

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

19 April 2026

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Next Post
Empat Bibit Siklon Tropis Tumbuh di Samudra Pasifik dan Hindia

Intensitas Topan Judy Meningkat Saat Melintas dan Mendarat di Vanuatu

Komentar tentang post

TERBARU

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

AmsiNews

REKOMENDASI

FPIK UNG Kerjasama Dengan KLHK Rehabilitasi Terumbu Karang di Bone Bolango

Kapal Pinisi Berlayar ke Ternate dan Raja Ampat

Badai Tropis Terbentuk di Laut Koral, Mengarah ke Pantai Queensland

Dugong Betina Panjang Dua Meter Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Minahasa

Nelayan Gorontalo Berjibaku Selamatkan Paus Pembunuh

Banjir di Cilacap Meluas

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.