8. Para penyintas di Jepang terus membagikan kisah mereka agar pelajaran dari tahun 2011 tetap diingat. Di wilayah timur laut Jepang, para penyintas yang dikenal sebagai kataribe berbagi pengalaman mengenai peristiwa tahun 2011 kepada pengunjung dan generasi muda di lebih dari 300 lokasi peringatan yang terhubung melalui jaringan 3.11 Densho Road.
Di Yamamoto, Prefektur Miyagi, inisiatif “Hidup adalah Sebuah Keajaiban” (Life is a Miracle) menggunakan sepeda motor milik seorang penyintas—yang sempat terbawa arus laut hingga ke Haida Gwaii, Kanada—sebagai sarana untuk memulai percakapan tentang kehilangan dan kesiapsiagaan. Sejak tahun 2024, Jepang secara resmi mengakui program penuturan kisah, situs peringatan, dan upaya serupa sebagai aset nasional untuk pencegahan bencana.
9. Seorang anak berusia sepuluh tahun mengingat pelajaran geografi dan berhasil mengosongkan pantai. Pada 26 Desember 2004, Tilly Smith yang saat itu berusia sepuluh tahun sedang berlibur bersama keluarganya di Pantai Mai Khao, Phuket, Thailand.
Ia menyadari air laut yang tiba-tiba meluap dan berbuih—tanda-tanda bahaya yang ia kenali dari pelajaran geografi dua minggu sebelumnya. Ia segera memberi tahu orang tuanya dan staf hotel, yang kemudian mengevakuasi orang-orang dari pantai sebelum gelombang datang. Sekitar 100 orang selamat berkat pelajaran tersebut.




