Sementara itu, Deputi IV Kemenko Perekonomian RI, Rudy Salahudin, mengatakan, pandemi telah mengubah perilaku konsumen menjadi less contact economy, lebih banyak melakukan aktivitas di rumah, serta belanja secara daring.
Selama periode pandemi transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tumbuh tinggi dipengaruhi beberapa faktor a.l; (i) Meningkatnya akseptansi dan preferensi masyarakat berbelanja daring, (ii) Perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, dan (iii) Akselerasi perbankan digital.
Hal ini sekaligus melanjutkan perkembangan positif sesuai perkiraan beberapa lembaga assessor terkemuka terhadap potensi transaksi digital Indonesia yang mampu tumbuh hingga dua digit setiap tahunnya, atau menyentuh US$ 124 Miliar di tahun 2025 mendatang, salah satu yang tertinggi di antara negara-negara yang sekelas (peers).
Penyelenggaraan webinar publik BI – ISEI Jawa merupakan rangkaian kegiatan menuju Kongres ISEI XXI Agustus 2021 di Makassar.





Komentar tentang post