Selasa, Desember 16, 2025
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Apa Kabar Ikan Raja Laut? (2)

VERRIANTO MADJOWA

redaksi
13 Juni 2018
Kategori : Kajian
0
Apa Kabar Ikan Raja Laut? (2)

PADA mulanya, ikan Coelacanth hanya dikenal hidup di Kepulauan Komoro, berjarak sekitar 10 ribu kilo meter dari Pulau Manado Tua. Coelacanth (Pisces latimeriidae) pertama kali muncul dalam kehidupan sekitar 400 juta tahun silam dalam bentuk fosil. Sampai 70 juta tahun lalu, ikan ini tidak ditemukan lagi.

Para ahli menduga ikan itu telah punah. Ikan purba ini panjangnya mencapai 2 meter dengan berat 100 kilo gram. Ikan ini tidak bertelur, tapi melahirkan anak.

Pada 1938, coelecanth pernah menjadi perhatian para ahli kelautan lantaran ditemukan lagi fosil hidup di Mozambik. Setelah Mozambik ikan ini ditemukan lagi di Pulau Komoro.

Coelecanth termasuk ikan yang malas bergerak. Ciri fisiknya berbeda dengan kebanyakan ikan yang umumnya hanya memiliki enam sirip. Coelecanth mempunyai tujuh sirip. Masing-masing di bagian depan bawah dua sirip, atau dua sirip dan sirip ekor agak bulat. Ciri lainnya, sirip ikan ini memiliki daging. Sisiknya berduri dengan warna coklat berbintik putih.

Habitat ikan ini di laut Afrika, dengan nama ilmiah Latimeria chalumnae,hidup di kedalaman 100 meter pada suhu air 18° C. Raja laut mencari makan di malam hari.

Sebaran ikan raja laut ada di perairan Kenya, Tanzania, Komoro, Mozambik, Madagaskar dan Afrika Selatan. Riset selanjutnya, ikan raja laut juga ditemukan di Buol, Sulawesi Tengah dan di Biak, Papua.

Laut Sulawesi termasuk dalam Kawasan Segitiga Terumbu Karang (The Coral Triangle) yang memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi. Kawasan ini memiliki permodelan yang khas di darat dan laut, yang dikenal dengan garis Wallace dan Arlindo (Arus Lintas Indonesia, Indonesian Through Flow).

Ikan raja laut bisa saja terbawa arus. Namun, catatan menarik dari temuan ikan raja laut ini mengindikasikan terdapat ruang hidup yang sama di Laut Afrika dan Laut Sulawesi.

Tags: Coelacanthikan raja laut 2komorolaut sulawesiraja laut
Bagikan14Tweet8KirimKirim
Previous Post

Apa Kabar Ikan Raja Laut?

Next Post

Laut Sulawesi, Perpaduan Garis Wallace dan Arlindo (2)

Postingan Terkait

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

6 Desember 2025
AI dan Kerumunan

AI dan Kerumunan

2 Desember 2025

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Program Prioritas, Risiko Mercusuar

Naskah Seruan Penanggulangan Destructive Fishing dan Illegal Fishing di Gorontalo Utara

Status Penambang Tradisional yang Melakukan Aktivitas Pertambangan di Wilayah Konsesi Perusahaan

Mengubah Krisis Sungai Jadi Agenda Nasional Kesungaian

Next Post
Laut Sulawesi, Perpaduan Garis Wallace dan Arlindo (3)

Laut Sulawesi, Perpaduan Garis Wallace dan Arlindo (2)

Komentar tentang post

TERBARU

Siklon Tropis Bakung Melemah di Samudra Hindia

Bibit Siklon Tropis 95S Berada di Selatan Kepulauan Aru

Bibit Siklon Tropis 93S Terletak di Selatan Jawa Timur

Korban Tewas Banjir dan Longsor Sumatra 1.016 Orang, Hilang 212

Gunakan UAV dan LiDAR, BRIN Lakukan Pemetaan Dampak Bencana di Sumatra

AMSI Kepri Ajak Mahasiswa dan Media Bedah Peran AI dalam Jurnalisme

AmsiNews

REKOMENDASI

Lebah Raksasa Temuan Wallace yang Diduga Telah Punah Terlihat di Tidore

Badai Tropis Mawar Akan Mendarat di Okinawa

Kembangkan Satelit Meteorologi, Prof. XU Jianmin Terima Penghargaan WMO

Bibit Siklon Tropis 97W Berkembang di Barat Laut Brunei, 94S di Selatan Jawa

Hari Bumi, Ini Cara Mengatasi Krisis Iklim

Rehabilitasi Terumbu Karang di Kapoposang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.