Kegiatan dengan tema “Urgensi Pemulihan Ekonomi Pascapandemi dan Menjawab Tantangan Regional dan Global” ini berlangsung selama dua hari ,1 – 2 Agustus 2023, di Jakarta.
Marten mengusulkan tiga rekomendasi dalam mendukung pendanaan lokal untuk pertumbuhan ekonomi inklusif. Pertama, berupa pengembangan ekonomi lokal.
Menurut Marten cara ini dapat mempercepat tujuan SDGs dengan mendorong kebijakan yang berorientasi pada pembangunan yang mendukung aktivitas produktif, pertumbuhan ekonomi mikro, kecil dan menengah sehingga dapat membantu mempercepat pengetasan kemiskinan.
Ekonomi hijau juga mencakup pengentasan kemiskinan. Pemerintah Kota Gorontalo melakukan pemberdayaan masyarakat lokal dengan memanfaatkan sumberdaya alam melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Saat ini kami memiliki 14.697 UMKM yang produktif. Untuk meningkatkan produktivitas UMKM yang ada, pemerintah Kota Gorontalo mengambil 3.343 UMKM menjadi kelompok usaha binaan. Alhamdulilah omzet yang dihasilkan mencapai 97 persen di tahun 2022,” ujar Marten.
“Kedua reformasi birokrasi yang berorintasi pada pelayanan prima kepada masyarakat. Pelayanan itu termasuk memudahkan pengurusan ijin usaha dengan standard pelayanan cepat murah dan ramah.”
Selanjutnya, yang tidak kalah penting adalah Pemerintah Kota Gorontalo berperan dan memfasilitasi akses permodalan bagi UMKM. Para pelaku usaha mendapatkan permodalan guna pengembangan usaha.





Komentar tentang post