Darilaut – Kota Gorontalo termasuk salah satu daerah percontohan ketahanan iklim perkotaan. Daerah ini, bersama sembilan kota di Indonesia dipilih sebagai percontohan dalam menghadapi perubahan iklim ekstrem di masa depan.
Kota Gorontalo dipilih sebagai daerah percontohan karena serius menjadikan ekonomi hijau dan konservasi lingkungan.
Wali Kota Gorontalo Marten Taha mengatakan keseriusan pemerintah Kota Gorontalo dalam mewujudkan ekonomi hijau dan konservasi lingkungan mendapat perhatian dari CRIC (Climate Resilient and Inclusive Cities) atau Proyek Kota Berketahanan Iklim dan Inklusif.
Untuk mewujudkan ekonomi hijau (green economy) Wali Kota Gorontalo menitik beratkan pada pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang juga merupakan indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan – Sustainable Development Goals (SDGs). Tahun 2022 Kota Gorontalo berhasil meraih rata-rata pencapaian SPM pada angka 88,69 persen.
“Antara lain SPM sanitasi penyediaan pelayanan air limbah 95,04 % melalui optimilasi TPS3R (Reduce,Reuse,Recycle),” kata Marten dalam acara ASEAN Mayors Forum (AMF) atau Forum Walikota ASEAN, Selasa (1/8).
Wali Kota Gorontalo untuk kedua kalinya diundang sebagai tamu kehormatan AMF untuk menyampaikan sharing bestpractice pengembangan ekonomi hijau.





Komentar tentang post