Jumat, Juli 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Temuan Burung Baru di Pulau Kecil Sulawesi Tengah dan Maluku Utara

redaksi
17 Januari 2020
Kategori : Berita, Eksplorasi
0
Temuan Burung Baru di Pulau Kecil Sulawesi Tengah dan Maluku Utara

Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah. FOTO: DARILAUT.ID

SPESIES dan sub spesies burung baru ditemukan di pulau-pulau kecil di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Sepuluh taksa baru itu telah ditulis dan dipublikasikan pada 9 Januari 2020 dalam jurnal Science Vol. 367, Issue 6474, pp. 167-170.

Spesies dan sub spesies burung tersebut ditemukan di 3 di Pulau Peleng , 6 di Taliabu dan 1 di Batudaka.

Sepuluh taksa baru tersebut terdiri dari lima jenis baru dan lima anak jenis baru. Masing-masing Rhipidura habibiei sp. nov. ditemukan di Pulau Peleng, Locustella portenta sp.nov. di Taliabu, Myzomela wahe sp.nov. di Taliabu, Phyllocopus suara merdu sp.nov. di Peleng dan Phylloscopus emilsalimi sp.nov. di Taliabu.

Kemudian Phyllergates cuculatus sulanus subsp.nov di Taliabu, Phyllergates cucullats relictus subsp.nov. di Peleng, Cyornis omissus omississimus subsp.nov. di Batudaka, Turdus poliocephalus sukahujan subsp.nov. di Taliabu, dan Ficedula hyperythra betinabiru subsp.nov. di Taliabu.

Hasil temuan ditulis bersama oleh Rheindt FE, Prawiradilaga DM, Ashari H, Suparno, Gwee CY, Lee GWX, Wu MY dan Ng NSR.

Temuan ini hasil kerjasama Pusat Penelitian Biologi LIPI dengan National University of Singapore, Singapura. Survei dilakukan selama enam minggu di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara pada akhir tahun 2013 hingga awal tahun 2014 lalu.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BurungLIPIPelestarian LingkunganWallace
Bagikan14Tweet3KirimKirim
Previous Post

Ikan Hias Laut, Balai Budidaya Ambon Kembangkan 14 Varian Nemo

Next Post

Burung Baru dengan Nama BJ Habibie dan Emil Salim

Postingan Terkait

Depresi Tropis Sedang Berkembang di Laut Filipina

Depresi Tropis Sedang Berkembang di Laut Filipina

23 Juli 2026
Pembangunan Dermaga Tambang Nikel di Morowali Tanpa Izin Pemanfaatan Ruang Laut

Mineral Kritis: Dari Litium di Argentina, Kobal di Kongo Hingga Nikel di Indonesia

23 Juli 2026

Republik Demokratik Kongo Penghasil 70 Persen Kobal Dunia

47 Mineral Kritis Indonesia, Apa Saja?

Sekjen PBB, Permintaan Mineral Kritis Meningkat di Pasar Global

Badan Geologi Identifikasi Sebaran 47 Komoditas Mineral Kritis

Dewan Keamanan PBB Bahas Mineral Kritis, Khawatir Dikendalikan Kelompok Bersenjata dan Ilegal

AMSI Dukung Revisi UU Hak Cipta untuk Perbaiki Relasi Tidak Adil antara Platform AI dan Penerbit Berita

Next Post
Burung Baru dengan Nama  BJ Habibie dan Emil Salim

Burung Baru dengan Nama BJ Habibie dan Emil Salim

Komentar tentang post

TERBARU

Depresi Tropis Sedang Berkembang di Laut Filipina

Mineral Kritis: Dari Litium di Argentina, Kobal di Kongo Hingga Nikel di Indonesia

Republik Demokratik Kongo Penghasil 70 Persen Kobal Dunia

47 Mineral Kritis Indonesia, Apa Saja?

Sekjen PBB, Permintaan Mineral Kritis Meningkat di Pasar Global

Badan Geologi Identifikasi Sebaran 47 Komoditas Mineral Kritis

AmsiNews

REKOMENDASI

Cegah Covid-19, KPLP Gelar Swab Test

TNI Angkatan Laut Tangkap Kapal Tanpa Nama Muat TKI Ilegal

Berbagai Kejadian Dugong yang ditemukan di Ketapang

Lama Menghilang, Tuna Sirip Biru Kembali ke Laut Inggris

Setahun, Indonesia Butuh 50 Kilogram Ikan per Orang

Dihadiri 6 Negara, Gorontalo Tempat Pertemuan ke-3 Kelompok Kerja untuk Spesies Terancam

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.