Kamis, November 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Ikan Hias Laut, Balai Budidaya Ambon Kembangkan 14 Varian Nemo

redaksi
16 Januari 2020
Kategori : Berita, Biota Eksotis
0
Ikan Hias Laut, Balai Budidaya Ambon Kembangkan 14 Varian Nemo

Ikan nemo atau Clownfish (ikan badut). FOTO: DARILAUT.ID

SEBANYAK 14 varian ikan nemo telah dikembangkan Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ikan hias laut tersebut dikenal dengan sebutan Clownfish (ikan badut).

Untuk mendapatkan 14 varian nemo, BPBL Ambon menggunakan teknik kawin silang (cross breeding). Melalui teknik kawin silang dengan induk yang diambil dari alam tersebut telah menghasilkan ragam corak yang indah.

Sejauh ini, hasil teknik kawin silang ikan nemo sangat diminati pasar. Varian 14 jenis masing-masing: biak biasa, halfblack, fullblack, black proton, platinum, picasso, snow flake, frosebite, black ice, lightening maroon, black snowflake, balong padang, pellet orange dan pellet pink.

BPBL Ambon juga telah berhasil mengembangkan produksi ikan hias jenis Banggai Cardinal Fish (BCF) secara massal di laut. Banggai Cardinal fish termasuk ikan hias laut endemik yang sebarannya terbatas di perairan Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah.

KKP memastikan sektor budidaya ikan hias mampu berkontribusi terhadap peningkatan produksi ikan hias secara nasional.

Apalagi spesies ikan hias ini dibudidayakan secara massal dengan mengedepankan prinsip-prinsip akuakultur yang bertanggung jawab. Hal ini tertuang dalam Code of Conduct for Fisheries Responsibility FAO (Food and Agriculture Organization). FAO merupakan Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AmbonCITESIkan HiasIkan NemoKKP
Bagikan22Tweet13KirimKirim
Previous Post

Ada 650 Spesies Ikan Hias di Indonesia

Next Post

Temuan Burung Baru di Pulau Kecil Sulawesi Tengah dan Maluku Utara

Postingan Terkait

KLHK dan IPB University Ujicoba Alat Pengukur Tinggi Gelombang

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

5 November 2026
Peringatan Hari Konservasi di Bontang Mangrove Park

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

5 November 2026

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Next Post
Temuan Burung Baru di Pulau Kecil Sulawesi Tengah dan Maluku Utara

Temuan Burung Baru di Pulau Kecil Sulawesi Tengah dan Maluku Utara

Komentar tentang post

TERBARU

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

AmsiNews

REKOMENDASI

Masuk 1 Mil di Perairan Indonesia, Kapal Ikan Malaysia Ditangkap

Kualitas Udara Sejumlah Wilayah di Indonesia Kategori Berbahaya dan Tidak Sehat

Pinisi Pusaka Indonesia Tiba di Marapokot

Pencemaran Lingkungan, PT HAYI Cicil Bayar Ganti Rugi Rp 12 Milyar

Perbedaan Pengalaman Bermain di Desktop dan Smartphone

Gempa Morotai, Ratusan Rumah di 6 Kecamatan Rusak

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.