Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo Prof H. La Sara mengatakan, Univeritas Halu Oleo mempunyai visi maritim tahun 2045. “Saat ini, kurikulum pendidikan tinggi sedang digodok untuk menghadapi tantangan revolusi 4.0, kita butuh inovasi yang cepat,” ujarnya.
Kolaborasi eksternal antara perguruan tinggi dengan pihak luar harus terus terjalin. Utamanya dalam mendorong riset-riset berkualitas.
Universitas di Indonesia, menurut La Sara, belum memiliki kapal riset.
Karena itu, butuh dukungan pengembangan riset laut berbasis WPP. Perguruan tinggi yang ada didalam satu kawasan dapat membagi peran yang didukung minimal satu kapal riset.
Ketua Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara H Sukarman mengatakan, Ada yang ironi dengan kondisi bisnis perikanan saat ini. “Di satu sisi produksi kita meningkat, tapi aspek kesejahteraan nelayan tidak banyak meningkat,” katanya.
ISKINDO, melalui ekspedisi pinisi harus mampu menemukan konsep-konsep baru. Utamanya terkait dengan pemberdayaan kelompok nelayan.
SDM maritim bukan hanya tanggung jawab universitas. “Diharapkan Pemda membuat terobosan mendorong SDM dengan skill yang siap bersaing dan terserap dunia kerja,” ujarnya.*





Komentar tentang post