Darilaut – Tahun 2020, Indonesia memiliki 19 cagar biosfer seluas 29.901.729,259 ha yang menjadi bagian dari World Network of Biosphere Reserves (WNBR).
Direktur Eksekutif Komite Nasional Program Man and the Biosphere (MAB) Indonesia – Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI), Y Purwanto mengatakan, dari total luas kawasan cagar biosfer yang dimiliki Indonesia tersebut, luas kawasan konservasi yang menjadi core area/area inti cagar biosfer adalah 5.261.133,42 ha atau sebesar > 20 persen dari total luas kawasan cagar biosfer yang ada.
Purwanto mengatakan, konsep cagar biosfer itu sendiri telah digagas oleh UNESCO sejak tahun 1971. Konsep cagar biosfer adalah mengelola suatu kawasan yang ditujukan untuk mengharmonisasikan antara kebutuhan konservasi keanekaragaman hayati – sosial – ekonomi yang berkelanjutan dan dukungan logistik yang cukup dimana kawasan konservasi merupakan core area.
Saat ini jumlah cagar biosfer telah mencapai jumlah 714 yang tersebar di 129 negara di dunia.
Pada 28 Oktober 2020, tiga nominasi cagar biosfer baru yang berasal dari Indonesia resmi ditetapkan dalam pelaksanaan Sidang ke 32 ICC MAB UNESCO tahun 2020.
Sidang juga menetapkan 24 cagar biosfer lainnya dari berbagai belahan dunia. Ketiga cagar biosfer baru Indonesia tersebut seluas total 2.237.373,26 ha.
Komentar tentang post