Sabtu, Oktober 31, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Iklim

Asia Kawasan Paling Rawan Bencana, Dampak Perubahan Iklim Meningkat

redaksi
30 Juli 2023
Kategori : Iklim
0
Pemukiman di pesisir Togean

Perubahan iklim memiliki dampak negatif untuk Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Asia tercatat sebagai kawasan paling rawan bencana di dunia. Cuaca ekstrem dan dampak perubahan iklim terus meningkat di Asia.

Kejadian seperti kekeringan dan banjir pada tahun 2022, merusak kehidupan dan menghancurkan mata pencaharian.

Dalam siaran pers Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) gletser yang mencair mengancam ketahanan pangan dan air di masa depan. Tren pemanasan jangka panjang semakin cepat.

Mencairnya es dan gletser serta kenaikan permukaan laut mengancam lebih banyak gangguan sosial-ekonomi di masa depan, menurut laporan terbaru WMO.

Asia, benua dengan daratan terluas ini membentang hingga Arktik, mengalami pemanasan lebih cepat dari rata-rata global.

Tren pemanasan di Asia pada 1991–2022 hampir dua kali lipat tren pemanasan pada periode 1961–1990, menurut laporan WMO State of the Climate in Asia 2022.

Ada 81 bencana terkait cuaca, iklim, dan air di Asia pada tahun 2022, di mana lebih dari 83% merupakan peristiwa banjir dan badai.

Lebih dari 5.000 orang kehilangan nyawa, lebih dari 50 juta orang terkena dampak langsung dan ada lebih dari US$ 36 miliar kerugian ekonomi, menurut laporan tersebut.

Selain itu, sebagian besar Asia yang gersang mengalami badai debu yang parah. Beberapa peristiwa badai debu yang parah di Asia Barat memengaruhi kehidupan sipil di wilayah tersebut.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: AsiaCuaca EkstremKawasan Rawan BencanaOrganisasi Meteorologi DuniaPerubahan IklimProf Petteri TaalasWorld Meteorological Organization
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

BMKG mendorong Pembentukan Tsunami Ready Community

Next Post

Suhu Benua Asia di Atas Rata-Rata

Postingan Terkait

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

28 Oktober 2026
Suhu Permukaan Seluruh Daratan Dunia November 2026 – Januari 2027

El Niño yang Kuat Tidak Harus Berujung Bencana Kemanusiaan

27 Oktober 2026

Sinyal Curah Hujan November 2026 – Januari 2027

Suhu Permukaan Seluruh Daratan Dunia November 2026 – Januari 2027

Menuju Kondisi El Niño yang Lebih Kuat Desember 2026

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

Next Post
ICOES 2020, LIPI Bahas Keseimbangan Ekosistem Alam, Darat dan Laut

Suhu Benua Asia di Atas Rata-Rata

Komentar tentang post

TERBARU

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Tropis Gezani Memulai Reorganisasi, Makin Menguat di Mozambique Channel

Angin Kencang Landa Pakpak Bharat dan Kota Medan

Suhu Udara Terik, BMKG: Sinar Matahari Langsung ke Permukaan Bumi

Depresi Tropis Terbentuk di Laut Filipina, Samudra Pasifik Barat

10 Tewas Karena Tanah Longsor di Natuna

Teori Spesiasi Geografis Ikan Karang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.