Ustadz Syahruddin dari Universitas Darussalam Gontor, mengatakan, terdapat 5 juta santri di seluruh Indonesia. Setiap santri dididik untuk menjadi khalifah di muka bumi di dalam mengelola alam semesta secara bijak.
Pesantren mengajarkan para santrinya untuk menjaga bumi di setiap aktivitas sehari-hari seperti menghemat air wudhu, mengolah limbah menjadi kompos, termasuk menanam dan merawat lingkungan, kata Syahruddin.
Ketua Bidang Agama Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, Lia Istifhama, mengatakan perempuan secara naluriah cenderung memiliki empati dan kepedulian yang lebih dibanding laki-laki pada umumnya.
Santri perempuan memiliki potensi dan peranan yang strategis tidak hanya melakukan upaya pelestarian lingkungan secara individu, namun juga mampu mengajak teman dan keluarga untuk bertindak secara ekologis, kata Lia.
Sementara itu, Adil Satria Putra sebagai perwakilan Kelompok Muda NU, mengatakan, setiap kader NU diharapkan dapat menjadi pendamping masyarakat. Berbagai dampak kerusakan lingkungan yang kita rasakan selama ini bukanlah sebuah takdir, melainkan akibat dari perilaku masyarakat.
Adil mengajak setiap manusia agar lebih peduli terhadap keberlangsungan lingkungan hidup.





Komentar tentang post