Kami tidak meminta publik berhenti mengkritik Tempo atau memaklumi kesalahannya. Yang kami harapkan adalah penilaian yang adil: pengaduan jangan langsung dianggap pelanggaran, kesalahan spesifik mohon tidak otomatis meniadakan substansi temuan pada seluruh karya jurnalistik kami, dan kesediaan kami melakukan koreksi jangan disamakan dengan ketidakjujuran.
Kami terus berikhtiar memperoleh kepercayaan publik melalui setiap laporan jurnalistik dan setiap keputusan ketika kesalahan ditemukan. Ukuran integritas bukan seberapa keras media membela reputasinya, melainkan seberapa konsisten ia mempertanggungjawabkan pekerjaannya.
Walhasil, menurut saya, media yang beretika bukan media yang mengklaim tidak pernah salah. Media beretika adalah media yang berusaha sungguh-sungguh untuk tidak salah, tidak memalsukan fakta, tidak menyembunyikan kekeliruan, dan tidak berhenti memperbaiki diri.
Itulah standar yang terus kami perjuangkan di Tempo—bukan karena kami sempurna, melainkan karena jurnalisme yang layak dipercaya memang harus selalu bersedia diuji.




