Percakapan Tardigrada vs Peneliti

Dr. Gybert E. Mamuaya. FOTO: KOLEKSI PRIBADI

Oleh : Dr. Gybert E. Mamuaya (Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi 1977-2018, Ketua Local Project Implementation Unit – Marine Science Education Project (LPIU – MSEP) Unsrat 1988-1993)

Tardigrada (dengan sombong, sambil melewati saringan 0.5 mm): 

“Lihatlah, wahai teman-teman meiobentik! Aku bisa lolos dari jebakan manusia ini! Mereka pikir saringan ini bisa menghentikanku? Hah!” 

Nematoda (kesal): 

“Kau memang kecil, tapi sombong sekali! Kami juga bisa lewat, tapi kami tidak pamer!” 

Copepoda (mengangguk): 

“Iya, betul! Lagipula, apa istimewanya bisa lewat saringan? Itu kan karena kau terlalu kecil, bukan karena kau hebat!” 

Tardigrada (tersenyum licik): 

“Ah, tapi kalian lupa satu hal—aku juga bisa hidup di luar angkasa! Manusia-manusia itu menghabiskan miliaran untuk roket, sementara aku cuma perlu mengeringkan diri dan boom! Aku jadi astronaut gratis!” 

Ostracoda (tersedak): 

“Astaga! Kau benar-benar tidak tahu malu! Manusia itu meneliti kita untuk ilmu pengetahuan, bukan untuk kau jadikan bahan pamer!” 

Peneliti (mendengarkan dari balik mikroskop, kesal): 

“Astaga… Aku cuma ingin memisahkan sampel, tapi malah dapat drama fauna renik!” 

Tardigrada (tertawa): 

“Sudahlah, Pak Peneliti! Daripada repot-repot menyaring, lebih baik kau akui saja—aku adalah makhluk terkuat di alam semesta!” 

Peneliti*(menghela napas): 

“Baiklah, kau menang. Sekarang tolong diam dan biarkan aku bekerja!” 

— 

*Tardigrada mungkin hebat, tapi sombongnya melebihi ukurannya!?

Keterangan:

Nematoda, kelompok cacing

Copepoda, kelompok krustasea mikro

Exit mobile version