Dengan demikian, berdasarkan sistematika tersebut ubur-ubur api dimasukkan ke dalam kelas Hydroidomedusae.
Kelas Hydroidomedusae memiliki ciri khas membentuk medusa dari nodul atau tunas. Ubur-ubur api masuk dalam kelompok subkelas Shiphonophorae.
Shiphonophorae membentuk polypoid dan medusoid yang sangat polimorfik dalam satu tubuh serta menempel pada stolon yang didukung oleh struktur tubuh yang dapat mengapung.

Struktur tubuh yang dapat mengapung tersebut dapat berupa pneumatophore dan/atau nectopores. Berdasarkan ada tidaknya pneumatophore apikal dan kelompok nectopores di dalam nectosom, shiponophorae dibedakan menjadi tiga ordo, yaitu Cystonectae, Physonectae dan Calyophorae.
Ubur-ubur api masuk ke dalam Ordo Cystonectae dengan ciri hanya memiliki pneumatophore dan tanpa nectosome. Namun dalam sistem taksonomi yang diajukan, ubur-ubur api masuk dalam Ordo Shiponophora dan Sub-Ordo Cystonectae.
Berdasarkan bentuk pneumatophore, Cystonectae terbagi lagi menjadi dua keluarga, yaitu Physaliidae dan Rhizophysidae. Physaliidae memiliki pneumatophore horizontal, sedangkan Rhizophysidae memiliki pneumatophore berbentuk bulat oval.
Keluarga Physaliidae diyakini bersifat monotypic karena hanya memiliki satu spesies saja. Para peneliti ada yang mengajukan beberapa spesies ubur-ubur api lain. Namun, jenis yang diajukan tersebut dianggap sebagai sinonim dari jenis P. physalis.





Komentar tentang post