Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Physalia physalis, Spesies Ubur-Ubur Paling Berbahaya di Laut

redaksi
25 Agustus 2021
Kategori : Kajian, Kesehatan
0
Warga Sumatera Barat Tersengat Ubur-ubur Bluebottle, 8 Masuk Rumah Sakit

Ubur-ubur Bluebottle di Australia. FOTO: KIM COLVILLE VIA ABC.NET.AU

Dalam jurnal Oseana (2020) Firdaus telah menguraikan soal ubur-ubur api dengan judul “Aspek Biologi Ubur-ubur Api, Physalia physalis (LINNAEUS, 1758)“.

Sengatan ubur-ubur api dapat menyebabkan beberapa gangguan fisiologis seperti haemolitik. Oleh karena itu, orang yang tersengat ubur-ubur api dapat mengalami rasa terbakar pada kulit, eritema, sesak napas, kejang-kejang, dan gagal jantung bahkan berpotensi menyebabkan kematian.

Di Indonesia sendiri, pada tahun 2019 dilaporkan terjadi 612 kasus serangan ubur-ubur api hanya untuk sebagian wilayah pesisir selatan Gunung Kidul Yogyakarta.

Padahal berdasarkan laporan jurnalistik, pada tahun 2019 ubur-ubur api tersebar hampir di sepanjang pesisir selatan Jawa dan beberapa lokasi di perairan Sumatera. Diperkirakan jumlah kasus serangan ubur-ubur api di Indonesia jauh lebih besar.

Ubur-ubur api dimasukkan ke dalam filum Cnidaria karena memiliki organ khas kelompok cnidarian, yaitu knidosit (cnidocyte). Knidosit merupakan sel penyengat pada ubur-ubur dan dikenal dengan nama nematocyst.

Ubur-ubur api sendiri dikelompokkan ke dalam kelas Hidrozoa karena memiliki karakteristik khas Hidrozoa, yaitu melepas medusae dari tunas. Ada pendapat, Hidrozoa bukanlah filum, melainkan lebih tinggi tingkatan taksanya, yaitu superfilum.

Halaman 2 dari 5
Sebelumnya123...5Selanjutnya
Tags: AustraliaGunung KidulJellyfishLIPISengatan Ubur-uburSumatera BaratUbur-uburYogyakarta
Bagikan30Tweet19KirimKirim
Previous Post

Kapal Perikanan Spanyol Tenggelam di Senegal, 7 ABK Dipulangkan ke Indonesia

Next Post

Temuan Spesies Baru Krustasea di Garis Wallace Lombok

Postingan Terkait

Pantarlih Dalam Mutarlih

Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

30 Oktober 2026
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Haruskah Bahasa Indonesia Dilarang di Kelas Bahasa Inggris?

29 Oktober 2026

Pekan Pencegahan Keracunan Timbal, WHO: Risiko Terhadap Anak-Anak Sangat Berbahaya

Siti Hajar: Ratu Zamzam

Media Beretika Bukan Media yang Tidak Pernah Salah

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Terasa Melelahkan?

Panas Ekstrem Membahayakan Kesehatan Ibu dan Bayi

Mengapa PKI Tak Laku di Gorontalo?

Next Post
Temuan Spesies Baru Krustasea di Garis Wallace Lombok

Temuan Spesies Baru Krustasea di Garis Wallace Lombok

Komentar tentang post

TERBARU

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

UNG Optimalkan Partisipasi Alumni

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

AmsiNews

REKOMENDASI

Banjir Melanda Tanah Laut

Edudive Center UNG Selaras dengan Program Kampus Berdampak Kemdiktisaintek

Gerebek Sampah di Pulau Pari

29 Pelaku Destructive Fishing Ditangkap Petugas

2019, 45 Kapal Ikan Asing Ditangkap KKP, Terbanyak Malaysia dan Vietnam

Australia Investasi $800 Juta untuk Menjelajahi Antartika

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.