Jumat, September 4, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Orca

Jepang: Hentikan Perburuan Paus

redaksi
7 Januari 2019
Kategori : Orca
0
Paus Minke

FOTO: SEA SHEPHERD

Pada 2013, industri perburuan paus Jepang mempekerjakan kurang dari 1.000 orang dan membutuhkan subsidi pemerintah untuk bertahan hidup. Itu hampir tidak setara dengan pentingnya budaya perburuan paus pada masyarakat adat di Alaska atau Greenland, yang diizinkan oleh komisi perburuan paus.

Los Angeles Times juga menyoroti perburuan paus di Jepang. Melalui editorial 3 Januari latimes.com berpendapat dimulainya perburuan paus untuk kepentingan komersial di perairan pesisir Jepang di Pasifik Utara merupakan pelanggaran berat terhadap upaya global yang telah lama dilakukan dan masih perlu untuk melestarikan spesies paus dan membantu mereka berkembang.

Jepang mengatakan akan menghentikan apa yang disebut penelitian ilmiah di Antartika (ini merupakan kabar baik bagi paus di sana). Awal tahun lalu Jepang membunuh 333 paus minke —122 di antaranya hamil.

Pemburu paus Jepang kemungkinan besar akan menemukan paus minke di perairan Jepang.

Konservasionis dan IWC menganggap semua spesies paus hidup dalam kondisi yang tidak stabil. Sekalipun jumlahnya tidak dalam bahaya langsung, mereka menghadapi tantangan lingkungan baru.

Paus terancam tidak hanya oleh pemburu, tetapi juga perubahan iklim, polusi dan racun dan kapal yang dapat menyerang mereka.

Jepang harus menilai kembali keputusannya untuk tetap bergabung dalam IWC dan tidak melakukan perburuan paus. Tidak ada alasan untuk melanjutkan praktik yang kejam tersebut.*

Halaman 2 dari 2
Sebelumnya12
Tags: IWCJepangPerburuan Paus
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Perburuan Paus di Jepang Bisa Mengganggu Olimpiade

Next Post

Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Taliabu

Postingan Terkait

Lumba-Lumba Hidung Botol Panjang 2,2 Meter Ditemukan Kondisi Kode 3 di Kutai Kartanegara

Lumba-Lumba Hidung Botol Panjang 2,2 Meter Ditemukan Kondisi Kode 3 di Kutai Kartanegara

29 Juli 2026
Favorit Pengamat Paus Megaptera novaeangliae Ditemukan Terdampar di Pantai Jembrana Bali

Favorit Pengamat Paus Megaptera novaeangliae Ditemukan Terdampar di Pantai Jembrana Bali

17 Juli 2026

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Next Post
Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Taliabu

Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Taliabu

Komentar tentang post

TERBARU

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Gempa Darat Guncang Pohuwato Gorontalo

Gempa M4,9 Guncang Boalemo Gorontalo

Apa Itu Termoklin?

Mikroplastik Lebih Tinggi di Dasar Laut Dekat Pesisir, Ada Pula yang Terperangkap di Lapisan Termoklin

Peristiwa El Niño Masih Akan Menguat, Berpotensi Memberi Dampak Berat Bagi Masyarakat dan Perekonomian

AmsiNews

REKOMENDASI

KPK: di Laut Banyak Kepentingan, Tak Diatur akan Berpotensi Korupsi

Sekjen AMSI Resmikan Sekretariat Pertama di Indonesia

Terumbu Karang Terpapar Plastik Rentan Terkena Penyakit

Eropa Luncurkan Satelit Baru Pemantau Cuaca dan Iklim

IOM Memperingatkan Jaringan Perdagangan Manusia Berkembang Pesat Melalui Penipuan Online

Banyak Bangunan Rusak dan Jalanan Retak di Jepang, Tercatat 100 Guncangan Setelah Gempa 7,6 SR

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.