Kepribadian Paus Pembunuh Mirip Manusia?

Orca

FOTO: DAILYMAIL.CO.UK

STUDI kepribadian telah dilakukan pada beberapa spesies hewan. Spesies yang dipelajari ini mulai dari invertebrata, seperti pada moluska dan arthropoda. Kemudian vertebrata, seperti amfibi, reptil, burung dan ikan.

Mengenai Cetacea, studi kepribadian telah dilakukan secara khusus pada lumba-lumba. Studi-studi tersebut telah mendokumentasikan perbedaan individu yang tetap konsisten dari waktu ke waktu.

Studi terbaru mamalia laut, khusus paus pembunuh (killer whales) telah dilakukan Yulan Ubeda bersama rekan-rekannya. Hasilnya: paus pembunuh memiliki kepribadian mirip dengan manusia dan simpanse.

Kepribadian yang mirip dengan paus pembunuh (Orcinus orca) ini seperti, keberanian, keramahan, kasih sayang, perlindungan dan bermain. Studi ini telah dipublikasi dalam Journal of Comparative Psychology, 15 November 2018. Selain Ubeda, peneliti lainnya S Ortín, St Leger, J Llorente, M dan Almunia, J.

Para peneliti dari Spanyol melakukan evaluasi terhadap paus pembunuh yang ada dalam penangkaran. Sebanyak 24 paus pembunuh diteliti model kepribadian yang paling banyak digunakan pada manusia dan hewan bukan manusia.

Tim ini menilai paus pembunuh, antara lain, yang ada di SeaWorld San Diego dan kebun binatang Loro Parque di Tenerife, Spanyol. Mereka menggunakan versi Model Lima-Faktor — alat populer yang digunakan untuk menilai karakter  struktur kepribadian berdasarkan sejauh mana kata sifat yang sesuai dengan Keterbukaan, Kesadaran, Ekstraversi, Agreeableness, dan Neuroticism.

Journal of Comparative Psychology, 15 November 2018

Investigasi perilaku hewan telah mengggunakan Model Lima-Faktor untuk mendeskripsikan kepribadian pada primata non-manusia, kuda, anjing, kucing, kelinci, dan spesies lainnya. Sebanyak 38 kata sifat kepribadian dideskripsikan oleh 55 penilai (terutama pelatih dan kurator).

Ini studi pertama yang meneliti ciri-ciri kepribadian paus pembunuh. Sifat-sifat kepribadian serupa mungkin telah berkembang karena mereka membentuk interaksi sosial yang kompleks dalam kelompok-kelompok yang erat.

Faktor-faktor yang ditemukan antara lain, sifat yang menyenangkan, sosial, aktif, ceria, dan suka berteman. Faktor “Extraversion” ini digunakan pada manusia dan simpanse.

Kemudian faktor “Conscien-agreeableness“. Penilai secara konsisten menggambarkan paus pembunuh lembut dan dermawan. “Dominasi”, sifat ini terkait dengan berani, dominan, protektif dan cerdas. Faktor lainnya, membantu, simpatik, sensitif, terorganisir dan bijaksana.

Apa yang dihasilkan tim peneliti ini bisa saja berbeda dengan paus pembunuh yang hidup bebas di lautan.

Apalagi, sampel yang digunakan sangat kecil, hanya paus pembunuh yang ada dalam penangkaran.*

 

Exit mobile version