Saat rehabilitasi, pada pukul 16.35 WIB mamalia laut tersebut dinyatakan dalam kondisi mati.
Pendataan kasus-kasus paus Kogia yang mati terdampar karena menelan sampah laut (marine debris). Selain itu, karena masalah sistem kekebalan dan serangan parasit.
Serangan parasit ini seperti dialami paus Kogia yang terdampar dengan kondisi kode satu di Serangan, Denpasar pada 2 September 2019. Hasil identifikasi diketahui paus tersebut berkelamin jantan, spesies Kogia sima.
Hasil nekropsi diketahui bagian organ lambung ditemukan banyak cacing, feces bercampur darah, dan air empedu masuk kedalam usus. Untuk mengetahui secara detil penyebab kematian paus, dilakukan pengambilan sampel organ tubuh. Seperti otak, hati, paru-paru, lambung, usus, jantung, organ reproduksi, otot dan kulit.
Paus Kogia termasuk cetacea yang belum diketahui populasi dan keberadaannya. Mamalia laut ini dengan status kurang data atau Data Deficient (DD).
Secara umum, terdapat dua spesies dalam keluarga Kogiidae ini, yakni Kogia sima dan Kogia breviceps (Pygmy Sperm Whale).*





Komentar tentang post