Minggu, Agustus 9, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Sampah & Polusi

Riset Sampah Plastik di Pulau Nasi, Aceh Besar

redaksi
8 Desember 2018
Kategori : Sampah & Polusi
0
Sampah plastik

Audit sampah plastik di Pantai Deudap, Pulau Nasi, Aceh Besar. FOTO: TWITTER/OCEANDEFENDERID

Hasil riset sampah yang sudah dilakukan SaLut menemukan sampah berupa botol plastik yang mendominasi di Pulau Nasi, yakni 50,7 persen. Botol bukan plastik 41,5 persen dan sampah bukan plastik 7,7 persen.

Berdasarkan identifikasi merk dagang menunjukkan bahwa merk dari Indonesia memiliki persentase terbesar, yakni 53,7 persen. Sampah plastik merk luar negeri berasal dari Maladewa, Malaysia dan China. Sampah lainnya seperti Thailand, Singapura, Sri Lanka, India, Bangladesh dan Myanmar.

Identifikasi sampah di pantai Deudap Pulau Nasi, menggunakan standar yang telah ditetapkan National Oceanic and Athmospheric Administration (NOAA). Metode ini dikenal dengan shoreline methods dan jenis accumulation survey.

Sampah dikumpulkan dalam transek 3 m x 100 m yang dibagi menjadi 3 plot dan dilakukan selama 2 jam. Semua sampah anorganik yang berukuran >2.5 cm diambil dan dicatat dalam lembar catatan yang sudah dimodifikasi oleh Greenpeace Indonesia.

Ancaman sampah plastik ini cukup serius dan perlu mendapatkan solusi bersama untuk penanggulangannya. Yang paling nyata saat ini dengan melakukan penyusunan rencana aksi bersama penanggulangan sampah plastik di kawasan pesisir pantai Aceh, terutama di pesisir pantai Aceh Besar.

Riset lanjutan akhir Desember 2018, tahun ini, penting dilakukan sebagai data tambahan untuk mengetahui kondisi terbaru pesisir pantai Deudap Pulau Nasi, Kecamatan Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar.*

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: sampah plastik
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Sampah Plastik 9 Negara Ditemukan di Pulau Nasi, Aceh Besar

Next Post

Ingin Memotret Bawah Laut? Ini Persiapannya

Postingan Terkait

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

8 Agustus 2026
UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

UNEP dan GEF Perkuat Pemantauan Merkuri dan Bahan Kimia Beracun

29 Juni 2026

Indonesia Penghasil Limbah Elektronik Terbesar di Asia Tenggara

Krisis Polusi Plastik Mencekik Lautan, Bahan Alternatif  Terhambat tarif dan Peraturan

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

Next Post
Fotografi bawah laut

Ingin Memotret Bawah Laut? Ini Persiapannya

Komentar tentang post

TERBARU

Topan Dolphin Mendekati Pantai Timur Cina, 1684 Kapal Berhenti Beroperasi dan 120 Ribu Orang Dievakuasi

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

Odyssey Laut Mediterania, Gudang Harta karun ekologis yang Kian Tertekan

Typhoon Dolphin’s Path Forms a Hexagonal Pattern Heading Toward China’s East Coast

Unik, Lintasan Topan Dolphin Membentuk Pola Segi Enam Menuju Pantai Timur Cina

74 Mahasiswa Profesi Ners UNG Awali Langkah Menjadi Perawat Profesional

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Tropis Khanun Masih Bergerak Lambat di Selatan Kagoshima

Filipina Pamerkan Paus Sperma Dalam Peringatan World Whale Day

Kontak Erat Kasus Hantavirus di DKI Jakarta Dipantau Secara Ketat 14 Hari

Turis Asing ke Indonesia 44 Persen Memilih Wisata Maritim

DFW Indonesia Meminta Ada Tindakan Tegas Kasus 2 ABK di Kapal China

Sensor Ketinggian Air untuk Memantau Anak Krakatau

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.