Di Daerah Aliran Sungai Telaga Waja masih terlihat suasana alami. Tak lama, kami berhenti sejenak. Ada air terjun di sisi kanan.
Ditempat ini, ada yang sekadar melepas dahaga dan mengambil gambar dengan latar air terjun.
Sungai Telaga Waja dikenal sebagai trek rafting yang paling panjang di Bali. Untuk menelusuri dan mengarungi alur sungai membutuhkan keterampilan.
Sebagai salah satu olah raga petualangan di air yang memiliki risiko, aktivitas rafting perlu disiapkan sebaik mungkin.
Kesiapan mental dan kondisi fisik yang sangat baik dibutuhkan untuk aktivitas ini. Namun, aktivitas ini bukan hanya untuk yang sudah dewasa. Anak-anak berusia 9 tahun, dapat mengikuti aktivitas rafting, dengan skipper profesional.

Untuk aktivitas ini, harus menggunakan helm pelindung dan jaket pelampung sesuai dengan ukuran tubuh.
Bukit dan tebing tinggi dilewati. Air terjun yang langsung dari atas bukit terlihat jatuh di sungai. Sebelumnya, perahu karet sempat membentur tebing ini.
Daya lentur perahu karet dapat menahan benturan di dinding tebing. Harus sigap saat perahu membentur tebing atau batuan besar.
Hampir 1,5 jam kami telah melalui jeram di sungai ini. Pemandu memberikan aba-aba untuk posisi duduk di dasar perahu, kaki di pinggiran atas, dan kepala berbaring ditempat duduk.





Komentar tentang post