Jumat, Juni 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tabrak Karang di Raja Ampat, Kemenhub Periksa Kapal MV Aqua Blu

redaksi
21 Desember 2019
Kategori : Berita, Konservasi
0
Tabrak Karang di Raja Ampat, Kemenhub Periksa Kapal MV Aqua Blu

Kapal MV Aqua Blu. FOTO: DITJEN HUBLA

Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melakukan pemeriksaan terhadap kapal MV Aqua Blu yang diduga menabrak terumbu karang di Kawasan Konservasi Perairan di Kepulauan Wayag, Distrik Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat pada 18 Desember 2019 lalu.

Selain menabrak terumbu karang, kapal berbobot 1140 Gros Ton berbendera Panama ini juga sempat kandas. Pemeriksaan intensif ini dilakukan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Raja Ampat.

Kepala Kantor UPP Kelas II Raja Ampat, Anggiat P Marpaung mengatakan, saat ini kapal MV Aqua Blu berlabuh di wilayah pelabuhan Waisai Raja Ampat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Terutama memeriksa dan memastikan aspek keselamatan kapalnya setelah mengalami kandas.

Kapal MV Aqua Blu sedang membawa penumpang sebanyak 7 orang asing yang terdiri dari 4 orang warga negara Inggris dan 3 orang warga negara Australia. Terdapat 24 orang Anak Buah Kapal (ABK) dalam pelayaran dari Pelabuhan Raja Ampat ke Kepulauan Raja Ampat.

“Kapal tersebut kandas selama 7 jam dan 5 menit di kawasan konservasi tersebut. Kapal tidak ada kebocoran dan tidak ada pencemaran yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut,” ujar Anggiat, Sabtu (21/12).

Kapal tersebut juga diperiksa oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait dugaan menabrak terumbu karang. Hasil sementara dari pemeriksaan tim KKP, kapal MV Aqua Blu tidak menabrak terumbu karang, melainkan tumpukan batu seluas 1 x 3 meter di kawasan konservasi tersebut.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Ditjen Perhubungan LautKawasan Konservasi Perairan DaerahKemenhubRaja AmpatTerumbu Karang
Bagikan6Tweet3KirimKirim
Previous Post

Gelombang Penolakan Ekspor Benih Lobster Datang Dari Cilacap

Next Post

Menghitung Kerusakan Terumbu Karang dan Ganti Rugi Karena Tabrakan Kapal

Postingan Terkait

UNG Perkuat Kapasitas Dosen Melalui Pendidikan Lanjutan

UNG Perkuat Kapasitas Dosen Melalui Pendidikan Lanjutan

19 Juni 2026
Gelar Pelatihan Jurnalisme Lingkungan, AMSI Perkuat Pemahaman Isu Perubahan Iklim dan Verifikasi Digital

Gelar Pelatihan Jurnalisme Lingkungan, AMSI Perkuat Pemahaman Isu Perubahan Iklim dan Verifikasi Digital

19 Juni 2026

Depresi Tropis Berkembang di Dekat Guam, Akan Menguat di Laut Filipina

Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

Korban Tewas Gempa Sarangani Bertambah Menjadi 78 Orang, 30 Hilang

703 Kali Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Tiga Orang, 108 Terluka

Gempa Sulawesi Tengah Mengakibatkan 6.458 Orang Terdampak, Rumah Rusak 1.615 Unit

Next Post
Menghitung Kerusakan Terumbu Karang dan Ganti Rugi Karena Tabrakan Kapal

Menghitung Kerusakan Terumbu Karang dan Ganti Rugi Karena Tabrakan Kapal

Komentar tentang post

TERBARU

UNG Perkuat Kapasitas Dosen Melalui Pendidikan Lanjutan

Gelar Pelatihan Jurnalisme Lingkungan, AMSI Perkuat Pemahaman Isu Perubahan Iklim dan Verifikasi Digital

Depresi Tropis Berkembang di Dekat Guam, Akan Menguat di Laut Filipina

Teknologi Menanam Bawang Merah di Pesisir

Korban Tewas Gempa Sarangani Bertambah Menjadi 78 Orang, 30 Hilang

703 Kali Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

AmsiNews

REKOMENDASI

Sejarah Perkembangan Eksplorasi Uranium di Indonesia dan Unsur Tanah Jarang

Bencana Alam di Palu, Cerita Tongkat Perahu Sawerigading

Banyak Faktor penyebab Kebocoran Pipa Gas Bawah Laut

Jepang Berencana Ekspor Kerang Hokkaido ke Indonesia

Rektor UNG Mendorong Peningkatan Prestasi Mahasiswa

Pelaku Perjalanan Dalam Negeri Belum Vaksin Booster Wajib Tes PCR

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.