Selasa, Oktober 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

2 Tahun Darilaut.id

redaksi
10 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
2 Tahun Darilaut.id

Burung maleo (Macrocephalon maleo). FOTO: HANOM BASHARI/EPASS

Khusus 2 tahun, Darilaut.id menyajikan tulisan tentang maleo. Bukan cuma kekhasan. Spesies satu-satunya di dunia yang hanya ada di Sulawesi ini, dalam status keterancaman genting, menurut The International Union for Conservation of Nature (IUCN) atau Uni Internasional untuk Konservasi Alam.

Maleo memiliki nama sendiri di tiap daerah di Pulau Sulawesi. Ini menunjukkan, burung maleo memiliki habitat ditempat itu. Lambat laun, habitat, terutama tempat bersarang terganggu.

100 tahun yang lalu, maleo (Macrocephalon maleo) masih dalam jumlah banyak di pesisir dan dalam hutan di Sulawesi.

Perlindungan habitat maleo pertama kali dicetuskan di masa pemerintahan Hindia Belanda, pada 1938. Ketika itu, pengumpul telur maleo dan pedagang makin ekspansif.

Lokasi maleo bersarang dijadikan monumen alam di pantai berpasir Panua, Gorontalo.

Sebelumnya, pemerintahan Hindia Belanda telah menetapkan Gunung Tangkoko-Batuangus sebagai monumen alam di Bitung, Sulawesi Utara, pada 1919.

Lokasi monumen alam Panua berada di pantai Teluk Tomini, yang ditumbuhi rimbunan mangrove.

Maleo sudah mandiri sejak masih dalam telur. Ini lantaran saat induknya bersarang dan bertelur, lubang ditimbun kembali agar tidak dimangsa predator.

Telur menetas dengan ditopang kondisi suhu tertentu di dalam lubang. Ketika telur ini menetas, anak maleo akan berusaha sekuat tenaga untuk menembus timbunan pasir atau tanah halus. Secara perlahan, dengan tubuh yang masih lemas.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Burung MaleoCagar Alam PanuagorontaloMacrocephalon maleo
Bagikan4Tweet2KirimKirim
Previous Post

Morfologi dan Ekologi Spons

Next Post

Monumen Alam di Pantai Panoea

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
Monumen Alam di Pantai Panoea

Monumen Alam di Pantai Panoea

Komentar tentang post

TERBARU

Sorgum Berpeluang Dikembangkan pada Beragam Produk Pangan

Tanaman Sorgum untuk Pangan Berkelanjutan

Badai Tropis Koguma Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Typhoon Nolo Continues Moving Toward Eastern Japan

Topan Nolo Terus Bergerak Menuju Timur Jepang

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

AmsiNews

REKOMENDASI

Burung Indonesia Promosikan Produk Ramah Lingkungan Berbasis Mangrove di Pohuwato

Evaluasi Pola Hanyutan Korban Kapal Arupadhatu 1 yang Hilang Saat Meliput Letusan Gunung Anak Krakatau

Aplikasi EndCorona, Cara Mudah Cek Risiko Covid-19 Secara Mandiri

Fakultas Teknik Terima 842 Mahasiswa Baru, Terbanyak di UNG  

Tertinggi Sejak 2018, Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Gorontalo Meningkat

Arsitektur Tradisional Memiliki Landasan Terhadap Kosmologi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.