Darilaut – Ketua Dewan Pembina Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Chalid Muhammad memilih berhenti dari Komisi Pemangku-Kepentingan dan Konsultasi Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP2 KKP). Sebelumnya, M Zulficar Mochtar telah menyatakan mundur dari jabatan sebagai Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP.
Chalid yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Konservasi dan Keberlanjutan KP2 KKP menyampaikan pengunduran diri dan akan terus berkontribusi bagi setiap ikhtiar KKP dalam memajukan kehidupan nelayan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Saat ini saya masih berstatus sebagai Ketua Dewan Pembina Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). Organisasi kami memiliki kepentingan langsung atas setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh KKP. Dalam beberapa hal boleh jadi KNTI memberikan dukungan atas kebijakan KKP dan boleh jadi akan menentangnya bila kebijakan tersebut berdampak buruk bagi nelayan,” kata Chalid, Jumat (17/7).
Chalid telah menyampaikan sejumlah alasan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan. Apa saja alasan tersebut?
Pertama, konsultasi publik adalah proses yang sangat baik dalam perumusan kebijakan. Tradisi baru di KKP ini patut mendapat apresiasi semua pihak. Kami harap KKP terus mempertahankan proses yang yang baik ini.





Komentar tentang post