Rabu, Juni 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kerusakan Hutan Bakau Segara Anakan Merugikan Nelayan

redaksi
25 September 2020
Kategori : Berita
0
Monitoring Ekosistem Mangrove Berbasis Android

Mangrove. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Kerusakan ekosistem hutan bakau di Segara Anakan merugikan kehidupan nelayan, serta warga yang tinggal di sekitar pantai. Krisis ekologi di kawasan tersebut terjadi akibat faktor alam dan manusia.

Menurut Guru Besar Bidang Ilmu Ekologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Tjut Sugandawaty Djohan, sedimentasi dan reklamasi hutan bakau skala besar menyisakan luka ekosistem hutan bakau Segara Anakan.

Saat membacakan pidato pengukuhan Guru Besar dalam kesempatan terbatas di Balai Senat UGM, Senin (21/9), Djohan mengatakan, pendangkalan parah di Laguna Segara Anakan terjadi sejak tahun 1980. Sekitar 4,5 juta ton sedimen setiap tahunnya dibawa oleh Sungai Citanduy. Sehingga laguna semakin dangkal dan menyempit.

Tak hanya menghadapi persoalan sedimentasi yang tinggi, hutan bakau Segara Anakan juga berhadapan dengan kerusakan akibat alih fungsi lahan.

Kawasan hutan bakau direklamasi dalam skala besar menjadi tambak udang, pada akhirnya tambak tersebut gagal.

Djohan mengatakan, ekosistem hutan bakau Segara Anakan saat ini hanya dikoloni oleh semak dan liana. Hanya tersisa tujuh batang per hektare dan hadir sebagai pulau-pulau habitat di semak dan liana.

Kondisi tersebut mengakibatkan kontribusi daun pohon bakau sebagai nutrien utama di perairan hutan bakau memburuk. Keadaan ini direspon oleh komunitas fitoplankton noxious dan berujung dengan semakin menipisnya komunitas zooplankton.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: CilacapNelayanPenebangan MangroveUGM
Bagikan9Tweet3KirimKirim
Previous Post

Hipotesis Perilaku Orca di Spanyol, Salah Satunya Ingin Bermain Dengan Kapal

Next Post

Mengapung di Tengah Laut, 8 Awak Kapal Ikan Mitra XXI Berhasil Dievakuasi

Postingan Terkait

Gempa Sulawesi Tengah Membentuk Bendung Alami

Gempa Sulawesi Tengah Membentuk Bendung Alami

24 Juni 2026
Topan Mekkhala Mengarah ke Okinawa dan Amami Jepang

Topan Mekkhala Terletak di Selatan Jepang

24 Juni 2026

Silvo-Akuakultur, Sistem yang Memadukan Pengelolaan Mangrove dan Perikanan Berkelanjutan

Mahasiswa KKN UNG-UGM Akan Kembangkan Energi Berbasis Tenaga Surya di Botutonuo

Masa Depan yang Adil dari Energi Terbarukan

Krisis Iklim, Sekjen PBB: Perusahaan AI Berterus Terang Tentang Dampak Lingkungan

Rektor UNG Ajak Lulusan Menjadi Agen Perubahan di Berbagai Sektor Kehidupan

Rumah Rusak Akibat Gempa Sulawesi Tengah 5.180 Unit

Next Post
Mengapung di Tengah Laut, 8 Awak Kapal Ikan Mitra XXI Berhasil Dievakuasi

Mengapung di Tengah Laut, 8 Awak Kapal Ikan Mitra XXI Berhasil Dievakuasi

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Sulawesi Tengah Membentuk Bendung Alami

Topan Mekkhala Terletak di Selatan Jepang

Silvo-Akuakultur, Sistem yang Memadukan Pengelolaan Mangrove dan Perikanan Berkelanjutan

Mahasiswa KKN UNG-UGM Akan Kembangkan Energi Berbasis Tenaga Surya di Botutonuo

Masa Depan yang Adil dari Energi Terbarukan

Krisis Iklim, Sekjen PBB: Perusahaan AI Berterus Terang Tentang Dampak Lingkungan

AmsiNews

REKOMENDASI

Indonesia dan Australia Bahas Penguatan Kerja Sama Pemberantasan IUU Fishing

Forum Rektor Bertemu Presiden, Bahas Penguatan SDM

Siklon Tropis Doksuri Mengarah ke Taiwan

Bibit Siklon Tropis 92S Terletak di Dekat Kepulauan Cocos

KLHK Gugat Perusahaan Pembakar Hutan Rp 1,7 Triliun

Siklon Tropis Alfred Mengarah ke Brisbane

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.