Selasa, September 29, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kerusakan Hutan Bakau Segara Anakan Merugikan Nelayan

redaksi
25 September 2020
Kategori : Berita
0
Monitoring Ekosistem Mangrove Berbasis Android

Mangrove. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Kerusakan ekosistem hutan bakau di Segara Anakan merugikan kehidupan nelayan, serta warga yang tinggal di sekitar pantai. Krisis ekologi di kawasan tersebut terjadi akibat faktor alam dan manusia.

Menurut Guru Besar Bidang Ilmu Ekologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Tjut Sugandawaty Djohan, sedimentasi dan reklamasi hutan bakau skala besar menyisakan luka ekosistem hutan bakau Segara Anakan.

Saat membacakan pidato pengukuhan Guru Besar dalam kesempatan terbatas di Balai Senat UGM, Senin (21/9), Djohan mengatakan, pendangkalan parah di Laguna Segara Anakan terjadi sejak tahun 1980. Sekitar 4,5 juta ton sedimen setiap tahunnya dibawa oleh Sungai Citanduy. Sehingga laguna semakin dangkal dan menyempit.

Tak hanya menghadapi persoalan sedimentasi yang tinggi, hutan bakau Segara Anakan juga berhadapan dengan kerusakan akibat alih fungsi lahan.

Kawasan hutan bakau direklamasi dalam skala besar menjadi tambak udang, pada akhirnya tambak tersebut gagal.

Djohan mengatakan, ekosistem hutan bakau Segara Anakan saat ini hanya dikoloni oleh semak dan liana. Hanya tersisa tujuh batang per hektare dan hadir sebagai pulau-pulau habitat di semak dan liana.

Kondisi tersebut mengakibatkan kontribusi daun pohon bakau sebagai nutrien utama di perairan hutan bakau memburuk. Keadaan ini direspon oleh komunitas fitoplankton noxious dan berujung dengan semakin menipisnya komunitas zooplankton.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: CilacapNelayanPenebangan MangroveUGM
Bagikan10Tweet3KirimKirim
Previous Post

Hipotesis Perilaku Orca di Spanyol, Salah Satunya Ingin Bermain Dengan Kapal

Next Post

Mengapung di Tengah Laut, 8 Awak Kapal Ikan Mitra XXI Berhasil Dievakuasi

Postingan Terkait

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

29 September 2026
BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

29 September 2026

El Niño Intensitas Sangat Kuat, Curah Hujan Kategori Rendah

Kondisi Cuaca di Indonesia Beragam, Sejumlah Wilayah Relatif Kering dan Lainnya Berpotensi Hujan Lokal

Banjir Melanda Parigi Moutong dan Langkat

Esai Foto: Eceng Gondok Menutup Permukaan Sungai Bolango di Kota Gorontalo

Pengamatan Laut Global Diluncurkan Dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-81

Kementerian Ekraf Dorong Akselerasi Model Bisnis Media Digital Bersama AMSI

Next Post
Mengapung di Tengah Laut, 8 Awak Kapal Ikan Mitra XXI Berhasil Dievakuasi

Mengapung di Tengah Laut, 8 Awak Kapal Ikan Mitra XXI Berhasil Dievakuasi

Komentar tentang post

TERBARU

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

BMKG Deteksi Ratusan Titik Panas dan Sebaran Asap di Sejumlah Wilayah Indonesia

El Niño Intensitas Sangat Kuat, Curah Hujan Kategori Rendah

Kondisi Cuaca di Indonesia Beragam, Sejumlah Wilayah Relatif Kering dan Lainnya Berpotensi Hujan Lokal

Banjir Melanda Parigi Moutong dan Langkat

Esai Foto: Eceng Gondok Menutup Permukaan Sungai Bolango di Kota Gorontalo

AmsiNews

REKOMENDASI

Banyak Penggemar Wisata Bahari Datang ke Morotai

Memastikan Lautan yang Sehat

Membangun Brand yang Ramah Lingkungan dengan Green Marketing Berbasis CRM

Bulan Oktober WMO Telah Meluncurkan Peringatan Banjir dan Tindakan Dini

Badai Tropis Ma-on mendarat di Guangdong, Cina selatan

Membuat dan Mengoperasikan Rumpon Portable

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.