Kamis, September 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Indonesia Dikepung 3 Lempeng dan Jalur Gunung Api Paling Aktif di Dunia

redaksi
24 Oktober 2020
Kategori : Berita
0
Tsunami Palu yang Mengguncang Dunia, Terjadi 2 Menit Setelah Gempa

Jembatan kuning di Kota Palu, Sulawesi Tengan, ambruk setelah gempa Magnitudo 7,4 disusul tsunami, Jumat 28 September 2018. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Posisi Indonesia dikepung 3 lempeng tektonik, yaitu Indo-Australian, Eurasia dan Lempeng Pasifik.

Indonesia juga berada di Pasific Ring of Fire atau jalur rangkaian gunung api paling aktif di dunia yang membentang sepanjang lempeng pasifik. Kondisi ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang rawan bencana.

Dengan kondisi tersebut, menurut Deputi Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Tri Nuke Pudjiastuti, LIPI berkomitmen kuat untuk berkontribusi dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, baik melalui disiplin ilmu eksakta maupun sosial.

Saat acara virtual Talk to Scientist Kajian Multidisiplin Peningkatan Pengurangan Risiko Bencana, Kamis (22/10), Nuke mengatakan, dalam perspektif ilmu sosial, penanganan bencana tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan masyarakat.

Nuke membawakan topik “Betapa ilmu pengetahuan harus menjadi dasar pembuatan kebijakan.”

“Pengetahuan masyarakat lokal dapat menjadi modal penting dalam penguranagan risiko bencana dan pemulihan pasca bencana. Namun, pengetahuan masyarakat ini belum terintegrasi secara komprehensif,” ujar Nuke seperti dikutip dari Lipi.go.id.

Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Ocky Karna Radjasa mengatakan, penanganan dan pengurangan risiko bencana erat kaitannya dengan bagaimana meningkatkan kapasitas.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: GempaGunung ApiLIPIMitigasi Bencanatsunami
Bagikan19Tweet11KirimKirim
Previous Post

Menata Alur Pelayaran di Tual dan Dobo

Next Post

Ilmu Geomitologi Dalam Konteks Kebencanaan

Postingan Terkait

Status Gunung Anak Krakatau Menjadi Level II Waspada

Status Gunung Anak Krakatau Menjadi Level II Waspada

24 September 2026
Ada Penambahan Daratan Gunung Anak Krakatau Seluas 32.8 Hektare

Ada Penambahan Daratan Gunung Anak Krakatau Seluas 32.8 Hektare

24 September 2026

UNG Bahas Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Unhas

Analisis Kesehatan WHO-WMO Menghadapi El Niño: Panas Ekstrem dan Curah Hujan Meningkatkan Penyebaran Penyakit

Bertindak Menghadapi Risiko Kesehatan Akibat El Niño: Panas Ekstrem, Banjir dan Kekeringan Parah

Pemimpin Dunia Berkumpul di KTT Iklim

Berinvestasi dan Adaptasi Iklim Dalam Menghadapi El Niño

Hujan Lebat di Kabupaten Solok Menyebabkan Banjir Bandang, Satu Orang Meninggal Dunia

Next Post
BMKG: Tinggi Gelombang Capai 2,5 Meter

Ilmu Geomitologi Dalam Konteks Kebencanaan

Komentar tentang post

TERBARU

Status Gunung Anak Krakatau Menjadi Level II Waspada

Ada Penambahan Daratan Gunung Anak Krakatau Seluas 32.8 Hektare

UNG Bahas Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Unhas

Analisis Kesehatan WHO-WMO Menghadapi El Niño: Panas Ekstrem dan Curah Hujan Meningkatkan Penyebaran Penyakit

Bertindak Menghadapi Risiko Kesehatan Akibat El Niño: Panas Ekstrem, Banjir dan Kekeringan Parah

Pemimpin Dunia Berkumpul di KTT Iklim

AmsiNews

REKOMENDASI

Pemerintah Dukung Blended Finance

KKP Menghentikan Penambangan Pasir Laut di Pulau Babi, Beting Aceh dan Rupat

Dampak Siklon Seroja, Terumbu Karang Ikut Mengalami Kerusakan

Riwayat Paus Orca, J35 Dua Minggu Membawa Bangkai Anaknya, J50 Tampak Lesu

Teliti Dampak Sosial Konservasi Laut Dosen Universitas Negeri Papua Terima Hibah US$ 150 Ribu

Bali Ocean Days 2026 Bahas Pengelolaan 7 Cagar Biosfer Kepulauan dan Pesisir di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.