Kamis, April 30, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Plastik Masih Menjadi Masalah Terbesar Pencemaran Laut

redaksi
24 November 2020
Kategori : Berita, Sampah & Polusi
0
Plastik Masih Menjadi Masalah Terbesar Pencemaran Laut

Kemasan plastik yang dibuang begitu saja atau bocor ke lingkungan laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Plastik yang mencemari lautan bukan hanya hasil buangan sampah dari perkotaan. Di pedesaan pesisir, sampah dan kemasan plastik masih menjadi permasalahan karena sering dibuang begitu saja ke pantai.

Sampah plastik yang dibiarkan begitu saja di pinggiran pantai, akan tergerus menjadi pecahan-pecahan kecil dan terbawa ke laut. Begitu pula sampah plastik yang terombang-ambing di laut.

Seperti di pantai Inobonto, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Pantai berpasir sepanjang 3 kilo meter lebih itu menjadi tempat sampah plastik.

“Banyak sampah plastik di pantai ini, yang lain terbawa arus sungai Inobonto,” kata nelayan Inobonto, Arlan (30 tahun).

Di perairan Botubarani, lokasi kemunculan hiu paus, banyak kemasan plastik. Perairan yang berada di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo ini, kemasan plastik, karung plastik dan produk plastik lainnya cukup banyak di pantai dan celah terumbu karang.

Pemandangan sampah plastik di banyak pantai di Indonesia bukan hanya mengganggu estetika, juga dapat mengganggu perkembangan biota laut dan kesehatan manusia yang mengonsumsi hasil laut.

Sampah plastik di pantai Inobonto, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. FOTO: DARILAUT.ID

Peneliti Senior Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) P2O LIPI Prof Dr Zainal Arifin, mengatakan, dari berbagai penelitian kelautan yang dilaksanakan oleh para peneliti, ternyata plastik masih menjadi masalah terbesar bagi pencemaran laut pada ekosistem laut dan pesisir.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: LIPIPencemaran Lingkungansampah plastik
Bagikan14Tweet6KirimKirim
Previous Post

Laut Indonesia Digunakan Sebagai Laboratorium Alam

Next Post

Indonesia Perlu Indeks untuk Mengukur Keanekaragaman Hayati

Postingan Terkait

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

30 April 2026
Telah Ditemukan 21 Spesies Baru Kepiting di Hutan Mangrove Timika

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

30 April 2026

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

Waspada Hujan Ringan dan Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

Ekosistem Laut Saling Terhubung

Pengurus AMSI Kepri 2025–2028 Dilantik

Krisis Selat Hormuz, IMO: Kapal dan Pelaut Jadi Alat Tawar-Menawar

Next Post
Indonesia Perlu Indeks untuk Mengukur Keanekaragaman Hayati

Indonesia Perlu Indeks untuk Mengukur Keanekaragaman Hayati

Komentar tentang post

TERBARU

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

ENSO dan IOD Kondisi Netral, Monsun Australia Melemah

Waspada Hujan Ringan dan Lebat di Berbagai Wilayah Indonesia

Ekosistem Laut Saling Terhubung

AmsiNews

REKOMENDASI

Kapal dari Bitung Pertama Sandar di Pelabuhan Pantoloan Palu

Banyak Orang Islandia Tidak Makan Daging Paus

Menakar Independensi Media di Masa Pilkada Serentak di Gorontalo

WMO Ingatkan Tsunami Teluk Palu, Jepang dan Samudra Hindia

Gempa Berkekuatan M7,3 Guncang Jepang

Banjir dan Longsor, Satu Warga Kabupaten Bogor Meninggal Dunia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.