Selasa, Oktober 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gastrodia bambu, Anggrek Hantu yang Ditemukan di Jawa dan Vietnam

redaksi
1 Juni 2021
Kategori : Berita, Biota Eksotis
0
Gastrodia bambu, Anggrek Hantu yang Ditemukan di Jawa dan Vietnam

Anggrek hantu dengan nama ilmiah Gastrodia bambu, saat ini hanya ditemukan di Pulau Jawa dan Vietnam. FOTO: LIPI

Darilaut – Spesies anggrek hantu dengan nama ilmiah Gastrodia bambu bukan hanya endemik di Pulau Jawa. Tumbuhan unik yang tumbuh di habitat rumpun bambu ini juga ditemukan di Vietnam.

Pada 2017, Peneliti Pusat Penelitian Tumbuhan dan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Destario Metusala, telah mempublikasikan spesies baru anggrek hantu Gastrodia dari Pulau Jawa yang diberi nama Gastrodia bambu.

Dalam dunia anggrek, genus Gastrodia spp. seringkali dikelompokkan ke dalam golongan “anggrek hantu”. Hal tersebut disebabkan oleh daur hidup alaminya yang unik.

Sosok anggrek ini dapat terlihat secara kasat mata hanya pada fase berbunga saja. Selebihnya, sebagian besar daur hidupnya, yaitu dalam bentuk rhizom bersembunyi di dalam tanah.

Anggrek genus Gastrodia tidak memiliki klorofil dan organ fotosintetik seperti daun, sehingga proses metabolisme pertumbuhannya sangat bergantung dari simbiosis dengan jamur mikroskopik mikorhiza.

Menurut Destario anggrek ini mustahil dapat ditemukan di alam jika tidak dalam kondisi berbunga. Periode berbunga pun tergolong sangat jarang.

Untuk setiap individu rhizom dewasa yaitu hanya 1 atau 2 kali dalam setahun. Itupun hanya mekar selama sekitar 1 minggu.

Oleh karena itu, kata Destario, butuh keberuntungan besar untuk dapat berjumpa dengan anggrek ini di habitat alaminya.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Anggrek HantuBambuLIPI
Bagikan6Tweet4KirimKirim
Previous Post

Banjir Rob Rendam Ribuan Rumah di Kota Semarang

Next Post

Nelayan Hilang di Teluk Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia

Postingan Terkait

September 2026 Bulan Terhangat di Eropa

September 2026 Bulan Terhangat di Eropa

13 Oktober 2026
Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

13 Oktober 2026

Kekeringan Berlanjut, Lebih Dari 1100 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Papua Selatan

Angin Kencang dan Potensi Hujan Lokal di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Topan Koguma Sedikit Melemah di Dekat Tokyo

Gempa Darat Pohuwato M 5,7 Mekanisme Pergerakan Naik

Gempa Darat Pohuwato M 5,7 Dirasakan III-IV MMI di Buol dan Tolitoli

Gempa Darat Magnitudo 5,7 Guncang Pohuwato

Next Post
Nelayan Hilang di Teluk Jakarta

Nelayan Hilang di Teluk Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia

Komentar tentang post

TERBARU

September 2026 Bulan Terhangat di Eropa

Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Kekeringan Berlanjut, Lebih Dari 1100 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Papua Selatan

Angin Kencang dan Potensi Hujan Lokal di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Topan Koguma Sedikit Melemah di Dekat Tokyo

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Terasa Melelahkan?

AmsiNews

REKOMENDASI

Fakultas Teknik Terima 842 Mahasiswa Baru, Terbanyak di UNG  

Cuaca Ekstrem Saat Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan AS, Gelombang Panas Pecahkan Rekor

Pengelolaan Limbah Abu Batubara

Prodi Pendidikan Ners UNG Buktikan Kualitas, Raih Gold Award di Ajang Uji Kompetensi Ners Indonesia

Presiden Melihat Langsung Serpihan Pesawat

Massive M7.7 Earthquake in East Nusa Tenggara Caused by Flores Back-Arc Thrust Activity, Tsunami Waves Reach 10 Coastal Locations

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.