Rabu, Maret 11, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Gastrodia bambu, Anggrek Hantu yang Ditemukan di Jawa dan Vietnam

redaksi
1 Juni 2021
Kategori : Berita, Biota Eksotis
0
Gastrodia bambu, Anggrek Hantu yang Ditemukan di Jawa dan Vietnam

Anggrek hantu dengan nama ilmiah Gastrodia bambu, saat ini hanya ditemukan di Pulau Jawa dan Vietnam. FOTO: LIPI

Darilaut – Spesies anggrek hantu dengan nama ilmiah Gastrodia bambu bukan hanya endemik di Pulau Jawa. Tumbuhan unik yang tumbuh di habitat rumpun bambu ini juga ditemukan di Vietnam.

Pada 2017, Peneliti Pusat Penelitian Tumbuhan dan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Destario Metusala, telah mempublikasikan spesies baru anggrek hantu Gastrodia dari Pulau Jawa yang diberi nama Gastrodia bambu.

Dalam dunia anggrek, genus Gastrodia spp. seringkali dikelompokkan ke dalam golongan “anggrek hantu”. Hal tersebut disebabkan oleh daur hidup alaminya yang unik.

Sosok anggrek ini dapat terlihat secara kasat mata hanya pada fase berbunga saja. Selebihnya, sebagian besar daur hidupnya, yaitu dalam bentuk rhizom bersembunyi di dalam tanah.

Anggrek genus Gastrodia tidak memiliki klorofil dan organ fotosintetik seperti daun, sehingga proses metabolisme pertumbuhannya sangat bergantung dari simbiosis dengan jamur mikroskopik mikorhiza.

Menurut Destario anggrek ini mustahil dapat ditemukan di alam jika tidak dalam kondisi berbunga. Periode berbunga pun tergolong sangat jarang.

Untuk setiap individu rhizom dewasa yaitu hanya 1 atau 2 kali dalam setahun. Itupun hanya mekar selama sekitar 1 minggu.

Oleh karena itu, kata Destario, butuh keberuntungan besar untuk dapat berjumpa dengan anggrek ini di habitat alaminya.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Anggrek HantuBambuLIPI
Bagikan4Tweet3KirimKirim
Previous Post

Banjir Rob Rendam Ribuan Rumah di Kota Semarang

Next Post

Nelayan Hilang di Teluk Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia

Postingan Terkait

Saling Serang AS-Isarel vs Iran, PBB: Warga dan Infrastruktur Sipil Harus Dilindungi

Saling Serang AS-Isarel vs Iran, PBB: Warga dan Infrastruktur Sipil Harus Dilindungi

11 Maret 2026
Krisis Selat Hormuz

Krisis Selat Hormuz

10 Maret 2026

Kisah Syekh Yusuf Dari Sulawesi Selatan Hingga Afrika Selatan, Melalui Ajaran Sufistik Melawan Kolonial dan Menyebarkan Islam

Bibit Siklon Tropis 95W Berkembang Menjadi Depresi Tropis di Laut Filipina

Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan

Penyumbang Inflasi Provinsi Gorontalo Februari 2026 Tarif Listrik, Emas dan Ikan

Inflasi Provinsi Gorontalo Bulan Februari 5,30 Persen, Lebih Tinggi Secara Nasional 4,76 Persen

Potensi Hujan Hari Ini Hingga 16 Maret di Indonesia

Next Post
Nelayan Hilang di Teluk Jakarta

Nelayan Hilang di Teluk Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia

Komentar tentang post

TERBARU

Fakultas Kedokteran UNG Raih Penghargaan Institusi Terfavorit

Saling Serang AS-Isarel vs Iran, PBB: Warga dan Infrastruktur Sipil Harus Dilindungi

Program Studi Pendidikan Matematika UNG Raih Akreditasi Unggul

Krisis Selat Hormuz

Kisah Syekh Yusuf Dari Sulawesi Selatan Hingga Afrika Selatan, Melalui Ajaran Sufistik Melawan Kolonial dan Menyebarkan Islam

Bibit Siklon Tropis 95W Berkembang Menjadi Depresi Tropis di Laut Filipina

AmsiNews

REKOMENDASI

Konflik di Laut Merah, AS dan Inggris Menyerang Kelompok Houthi di Yaman

Banjir Melanda Sumbawa Barat dan Lombok Barat

Anak Orca J-Pod Dalam Kondisi Memprihatinkan

Mikroplastik Beri Dampak Pada Karang Acropora formosa

Ekspor Perikanan Indonesia ke Amerika Serikat Capai US$ 1,9 miliar

Ekonomi Nelayan Membaik di Tengah Pandemi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.