Darilaut – Konvensi Minamata tentang Merkuri dihadiri sedikitnya 600 peserta yang berasal dari perwakilan 135 negara.
Sekretaris Eksekutif Konvensi Minamata Mengenai Merkuri, Monika Stankiewicz mengatakan pertemuan COP 4.1 (Conference of the Party 4.1) konvensi Minamata ini merupakan selebrasi komitmen global untuk mengakhiri polusi merkuri, baik terhadap lingkungan dan juga pajanan ke manusia.
“Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam upaya implementasi konvensi secara kolektif, dan juga menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk negara berkembang dalam ekonomi transisi dalam mengakses pendanaan,” ujar Monika (2/11).
Konferensi internasional ke-4 Para Pihak Konvensi Minamata ini berlangsung di Jakarta-Indonesia secara virtual. COP 4.1 Minamata Convention on Mercury diselenggarakan tanggal 1 – 5 November 2021 dengan Indonesia sebagai tuan rumah.
Kemudian tahap kedua, COP-4.2 In-Person Segment rencananya akan diselenggarakan secara tatap muka/luring pada tanggal 21-25 Maret 2022 di Provinsi Bali.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Siti Nurbaya Bakar, sebagai representatif Pemerintah Indonesia, menyambut kehadiran seluruh negara pihak dengan tangan terbuka, dan berharap melalui pertemuan ini, seluruh negara yang hadir dapat duduk bersama, berdiskusi, dan berkolaborasi guna memecahkan berbagai isu yang berkaitan dengan permasalahan lingkungan dan kesehatan yang disebabkan oleh emisi dan lepasan merkuri.





Komentar tentang post