Kamis, April 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Biodiversitas Ikan di Kawasan Segitiga Terumbu Karang Tertinggi di Dunia

redaksi
4 Februari 2022
Kategori : Berita, Konservasi
0
Ada Karang Besar Berumur 1000 Tahun di Halmahera

Ikan dan Terumbu karang di perairan Halmahera, Maluku Utara. FOTO: GR ALLEN

Darilaut – Kawasan segitiga terumbu karang (coral triangle) merupakan wilayah dengan biodiversitas ikan tertinggi di dunia.

Menurut Peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Fione Yukita Yalindua, tingkat diversitas yang tinggi merupakan hasil dari proses evolusioner yang disebut dengan spesiasi.

Dalam dua dekade terakhir, penelitian dengan menggunakan pendekatan molekular menunjukkan bahwa pentingnya peran tiga model spesiasi seperti spesiasi alopatrik, simpatrik dan parapatrik dalam menjelaskan diversifikasi/ keanekaragaman ikan karang. Baik yang terjadi di masa lalu, sekarang dan masa mendatang.

Secara biogeografis model yang berkaitan dengan petunjuk biodiversitas di kawasan segitiga terumbu karang meliputi:

1) model pusat asal-usul (center of origin),

2) model pusat tumpang tindih (center of overlap),

3) model pusat akumulasi (center of accumulation),

4) model pusat pertahanan (center of survival/refugia) dan

5) the mid domain effect/null model.

Berbagai ahli berpendapat bahwa untuk menjelaskan peran biogeografis terhadap biodiversitas ikan di kawasan segitiga terumbu karang tidak bisa hanya dijelaskan oleh satu model saja.

Namun kemungkinan besar merupakan kombinasi dan variasi dari beberapa model yang telah dijelaskan di atas.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BiodiversityBiogeografiBiogeografi ikanCoral Trianglekeanekaragaman hayati
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Angin Kencang di Sleman dan Bantul, Puluhan Rumah Rusak

Next Post

Pusaran laut dan Paradoks Es di Antartika

Postingan Terkait

Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara

16 April 2026
Di Masa Pandemi Covid-19, Nilai Produksi Perikanan di Bitung 239,2 Miliar

Dosen UNG Kembangkan Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Limbah Ikan Cakalang

16 April 2026

Bibit Siklon Tropis 92S di Barat Laut Kepulauan Cocos (Keeling)

Guru Besar Universitas Atmajaya Yogyakarta: Isu Biodiversitas Belum Banyak Diangkat Media

Fakultas Kedokteran UNG Masuk 50 Perguruan Tinggi Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Terbaik

AMSI dan Universitas Atmajaya Yogyakarta Kerja Sama Mendorong Ekosistem Informasi yang Sehat

UNG Menggelar Wisuda ke-60

Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

Next Post

Pusaran laut dan Paradoks Es di Antartika

Komentar tentang post

TERBARU

Topan Sinlaku Bergerak Lambat di Dekat Kepulauan Mariana Utara

Dosen UNG Kembangkan Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Limbah Ikan Cakalang

Bibit Siklon Tropis 92S di Barat Laut Kepulauan Cocos (Keeling)

Guru Besar Universitas Atmajaya Yogyakarta: Isu Biodiversitas Belum Banyak Diangkat Media

Fakultas Kedokteran UNG Masuk 50 Perguruan Tinggi Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Terbaik

AMSI dan Universitas Atmajaya Yogyakarta Kerja Sama Mendorong Ekosistem Informasi yang Sehat

AmsiNews

REKOMENDASI

Puncak Hari Konservasi Berlangsung di Bontang

Menhub Kumpul Kepala Dinas Perhubungan untuk Evaluasi Keselamatan Transportasi

Universitas Negeri Gorontalo Tambah 10 Guru Besar Baru

Badai Tropis Nalgae Terbentuk di Laut Filipina

Jumlah Mahasiswa UNG Tahun 2025 Hampir 42 Ribu, Terbanyak Asal Sulteng, Sulut dan Sulsel

Pemerintah Dinilai Gagal Lindungi ABK Perikanan, Perbudakan Terus Berlanjut

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.