Jumat, Agustus 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Banyak Orang Islandia Tidak Makan Daging Paus

redaksi
19 Februari 2022
Kategori : Berita, Bisnis dan Investasi, Orca
0
Islandia Akan Mengakhiri Perburuan Paus Tahun 2024

Perburuan paus. FOTO: TRIANGLE NEWS/SEA SHEPHERD

Darilaut – Mayoritas penduduk Islandia tidak mengonsumsi daging paus. Perburuan paus yang berlangsung bertahun-tahun untuk keperluan ekspor, terutama ke negara Jepang atau disajikan kepada turis di restoran.

Sejak Jepang yang menjadi pasar utama Islandia, kembali ke perburuan paus komersial, permintaan daging paus menurun.

Kuota tahunan Islandia untuk 2019 hingga 2023 memungkinkan perburuan 209 paus sirip — spesies terbesar kedua di planet ini setelah paus biru dan dianggap terancam punah — dan 217 paus minke, salah satu spesies terkecil.

Meskipun kuota perburuan ditetapkan lebih dari 400 paus sirip dan minke, hanya satu paus yang diburu tahun lalu. Hal ini karena tidak ada permintaan ekonomi untuk itu.

Mengutip Goodnewsnetwork.org (18/2) penangkapan paus di Islandia mulai terjadi pada 1948. Ketika itu, turis salah mengira bahwa perburuan paus adalah praktik tradisional yang sudah berabad-abad dan daging paus adalah makanan pokok di pulau itu.

Padahal, kenyataannya, daging paus itu hanya hidangan untuk turis di restoran. Bukan untuk dikonsumsi warga setempat.

Hasil penelitian yang dilakukan The International Fund for Animal Welfare (IFAW) atau Dana Internasional untuk Kesejahteraan Hewan, orang Islandia percaya bahwa paus lebih berharga hidup daripada mati. Penelitian ini bagian dari kampanye ‘Meet Us Don’t Eat Us.’

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: CetaceaIslandiaJepangPerburuan Paus
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

50% Emisi Gas Rumah Kaca Global dari Asia Pasifik

Next Post

Spanyol Mulai Membahas Kesejahteraan Hewan

Postingan Terkait

Topan Saudel Mendarat di Yuhuan, Pesisir Provinsi Zhejiang

Topan Saudel Mendarat di Yuhuan, Pesisir Provinsi Zhejiang

28 Agustus 2026
Provinsi Zhejiang Evakuasi Lebih Dari 47 Ribu Awak Kapal Saat Topan Saudel Mendekat

Provinsi Zhejiang Evakuasi Lebih Dari 47 Ribu Awak Kapal Saat Topan Saudel Mendekat

28 Agustus 2026

Copernicus Eropa Tampilkan Sebaran Asap di Asia Tenggara Akibat Kebakaran Hutan Dahsyat di Indonesia

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Aliran Lumpur yang Menghantam Pos Lintas Batas Tibet

Kehancuran Setelah Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, 17 Ribu Anak Terdampak

362 Orang Tewas dan 1.400 hilang di Nepal dan Tibet Akibat Banjir Dahsyat Himalaya

Banjir Bandang Dahsyat Himalaya, Sekjen PBB Sampaikan Solidaritas Bagi Korban dan Keluarga

Struktur Kimia Sabun, Dari Eco Enzyme Menjadi Produk Bernilai

Next Post
Spanyol Mulai Membahas Kesejahteraan Hewan

Spanyol Mulai Membahas Kesejahteraan Hewan

Komentar tentang post

TERBARU

Topan Saudel Mendarat di Yuhuan, Pesisir Provinsi Zhejiang

Provinsi Zhejiang Evakuasi Lebih Dari 47 Ribu Awak Kapal Saat Topan Saudel Mendekat

Copernicus Eropa Tampilkan Sebaran Asap di Asia Tenggara Akibat Kebakaran Hutan Dahsyat di Indonesia

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Aliran Lumpur yang Menghantam Pos Lintas Batas Tibet

Kehancuran Setelah Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, 17 Ribu Anak Terdampak

362 Orang Tewas dan 1.400 hilang di Nepal dan Tibet Akibat Banjir Dahsyat Himalaya

AmsiNews

REKOMENDASI

Bawa Ratusan Wisatawan Mancanegara, Dua Kapal Pesiar Sandar di Benoa

Catatan Ekspedisi di Kaledonia Baru

Badai Siklon Terbentuk di Dekat Langsa Aceh, Selat Malaka

Sebulan Setelah Dihantam Siklon Ditwah Lebih Dari Satu Juta Orang Masih Membutuhkan Bantuan di Sri Lanka

Inovasi Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19

Provinsi Zhejiang Evakuasi Lebih Dari 47 Ribu Awak Kapal Saat Topan Saudel Mendekat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.