Jumat, Mei 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Eksplorasi

Catatan Ekspedisi di Kaledonia Baru

redaksi
15 Januari 2019
Kategori : Eksplorasi
0
Kaledonia Baru

Proses penurunan perahu survey (Calcutta) dan loading barang untuk tim selam. FOTO: EE AMPOU

THE Living Oceans Foundation milik Pangeran Khaled Bin Sultan telah melakukan penelitian terumbu karang di Kaledonia Baru. Ini adalah bagian dari Ekspedisi Terumbu Karang Global (Global Reef Expedition).

Banyak peneliti dari berbagai negara, secara bersama-sama terlibat dalam kegiatan ini. Namun, hingga saat ini, belum banyak orang Indonesia mendapatkan kesempatan ikut bersama-sama dalam ekspedisi tersebut.

Peneliti Indonesia pertama yang terlibat pada Global Reef Expedition adalah Eghbert Elvan Ampou, Ph.D.

“Sampai sekarang pun belum ada peneliti Indonesia yang terlibat ikut serta dalam program tersebut,” kata Eghbert Elvan kepada Darilaut.id, Senin (14/1).

Pengalaman mengikuti Ekspedisi Terumbu Karang Global berlangsung pada 27 Oktober – 25 November 2013. Ekspedisi ini dengan mengambil lokasi di barrier reef New Caledonia (Kaledonia Baru).

Peta Kaledonia Baru
Peta daerah target untuk pemetaan habitat (merah). Sumber: laporan GRE, 2014

Di kapal riset yang digunakan untuk ekspedisi ini terdapat sejumlah anak buah kapal (ABK) yang berasal dari Indonesia. Meski terdapat beberapa ABK orang Indonesia, untuk peneliti belum ada dari Indonesia.

“ABK Indonesia kaget karena akhirnya ada orang Indonesia yang bisa bergabung,” ujarnya.

Penelitian di Kaledonia Baru bersamaan dengan Institut de recherche pour le développement (IRD), Prancis dan National Coral Reef Institute di Florida, USA. Ini merupakan kajian terintegrasi ekosistem terumbu karang dan membuat basisdata Sistem Informasi Global yang berisi citra satelit, peta habitat dan peta batimetri. Selain itu, transek yang dipotret untuk mendokumentasikan ekosistem terumbu karang dan data biota laut terkait lainnya.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: EkspedisiKaledonia Baru
Bagikan5Tweet2KirimKirim
Previous Post

Ciri Ikan Caroang yang Menewaskan Nelayan Pangandaran

Next Post

Ekspedisi Global Terumbu Karang di Kaledonia Baru

Postingan Terkait

BRIN – OceanX Berhasil Merekam Struktur Komunitas Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara

BRIN – OceanX Berhasil Merekam Struktur Komunitas Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara

24 Januari 2026
Ekspedisi BRIN-OceanX, Mempelajari dan Menghormati Lautan

Ekspedisi BRIN-OceanX, Mempelajari dan Menghormati Lautan

12 September 2025

Belajar Kajian Maritim Dari Adrian Bernard Lapian

Peneliti Temukan Potensi 16 Spesies Baru di Kalimantan Tengah

200 tahun Alfred Wallace: laboratorium hidup evolusi Wallacea semakin disesaki pembangunan

BRIN Fokus Riset Laut Dalam di Wilayah Timur Indonesia

BRIN dan Chinese Academy of Sciences Kerja Sama Riset Kelautan

15 Spesies Paus Terlihat di Laut Cina Selatan

Next Post
Kaledonia Baru

Ekspedisi Global Terumbu Karang di Kaledonia Baru

Komentar tentang post

TERBARU

60 Ribu Benih Ikan Dilepas di Sungai Poigar dan Mondaton Kabupaten Bolaang Mongondow

Krisis Selat Hormuz Mendorong Dunia Menuju Resesi

Ahli Desain Komunikasi Visual UNG: Banyak yang Meremehkan Pelanggaran Hak Cipta Visual dan Konten Jurnalistik

Melki Gani –  Fajri A. Kidjab Ketua dan Sekretaris Terpilih AMSI Gorontalo Periode 2026-2030

Mangrove Dapat Menyerap logam berat Merkuri

Mangrove Biofilter Alami Mengurai Limbah Budidaya Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Media Massa Berperan Memberi Masukan dan Kritik

Pemerintah Repatriasi 218 WNI dari Suriname dan Guyana

Gempa Darat Cianjur, 62 Meninggal dan Ribuan Orang Mengungsi

Model Baru Menanggulangi Pandemi dalam Perspektif Non-Medis

Pendidikan Profesi Guru UNG Persiapan Ujian Kinerja

Sistem Peringatan Dini, Mentawai Terletak di Jalur Megathrust Tsunami

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.