Jumat, September 11, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Makanan Hewan yang Dijual di Singapura Berasal dari Hiu

redaksi
9 Maret 2022
Kategori : Berita, Bisnis dan Investasi, Konservasi
0
Makanan Hewan yang Dijual di Singapura Berasal dari Hiu

Prionace glauca, blue shark atau hiu biru. FOTO: AUSTRALIAN.MUSEUM

Darilaut – Dengan menggunkaan metode DNA Barcoding (kode batang) peneliti di Singapura berhasil mengidentifikasi hiu yang terancam punah dalam makanan hewan yang dijual di Singapura.

Penelitian ini dilakukan Ian French dari Yale-NUS College Universitas Nasional Singapura dan Benjamin J. Wainwright dari Departemen Ilmu Biologi, Universitas Nasional Singapura.

Penelitian dengan judul “DNA Barcoding Identifies Endangered Sharks in Pet Food Sold in Singapore” telah dipublikasi di jurnal Frontiersin.org, 4 Maret 2022.

Sejauh ini, minat dan kesadaran publik untuk konservasi hiu berkembang pesat. Terutama untuk spesies karismatik, seperti hiu.

Mungkin banyak pemilik hewan peliharaan yang secara luas tertarik pada konservasi, atau lebih khusus lagi dalam perlindungan hiu.

Tetapi, mereka tidak menyadari atau secara tidak sengaja memberi makan spesies hiu yang terancam punah kepada hewan peliharaan.

Ada pula bahan kosmetik yang mengandung bahan turunan hiu, seperti squalene. Tanpa disadari hal ini memicu penangkapan hiu secara global.

Meskipun kesadaran publik meningkat seputar konservasi hiu, tiga perempat dari semua spesies hiu samudera saat ini dianggap berisiko punah.

Karena itu, peneliti menggunakan DNA barcoding untuk mengidentifikasi DNA hiu yang digunakan dalam makanan hewan peliharaan di Singapura.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: CITESDiambang KepunahanDNA BarcodingHiuIUCNSingapura
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Peringatan Awal Penurunan Jumlah Populasi Hiu Belimbing

Next Post

Cara Melacak Hiu pada Produk Kosmetik dan Makanan Hewan

Postingan Terkait

5 Jurnalis, Pemandu bersama Kapten Kapal dan ABK yang Hilang di Selat Sunda Masih Dalam Pencarian

5 Jurnalis, Pemandu bersama Kapten Kapal dan ABK yang Hilang di Selat Sunda Masih Dalam Pencarian

11 September 2026
Copernicus Climate Change Service: Agustus 2026 Bulan Terhangat Secara Global

Copernicus Climate Change Service: Agustus 2026 Bulan Terhangat Secara Global

11 September 2026

Bibit Siklon Tropis di Dekat Vietnam, Laut Cina Selatan

Lebih Dari 4.600 Titik Panas di Kalteng dan Kalbar, BMKG: Memicu Meluasnya Sebaran Asap

Kebakaran Hutan dan Lahan Berkepanjangan di Seluruh Indonesia, Tercatat 50 Ribu Kasus Saluran Pernapasan

Gempa Darat M 4,7 Guncang Donggala Sulawesi Tengah

Pusat Data AI Boros Energi

Ini Kebijakan Terbaru Kegiatan Civitas Academica UNG ke Luar Negeri

Next Post
Cara Melacak Hiu pada Produk Kosmetik dan Makanan Hewan

Cara Melacak Hiu pada Produk Kosmetik dan Makanan Hewan

Komentar tentang post

TERBARU

5 Jurnalis, Pemandu bersama Kapten Kapal dan ABK yang Hilang di Selat Sunda Masih Dalam Pencarian

Copernicus Climate Change Service: Agustus 2026 Bulan Terhangat Secara Global

Bibit Siklon Tropis di Dekat Vietnam, Laut Cina Selatan

Lebih Dari 4.600 Titik Panas di Kalteng dan Kalbar, BMKG: Memicu Meluasnya Sebaran Asap

Kebakaran Hutan dan Lahan Berkepanjangan di Seluruh Indonesia, Tercatat 50 Ribu Kasus Saluran Pernapasan

Gempa Darat M 4,7 Guncang Donggala Sulawesi Tengah

AmsiNews

REKOMENDASI

Perikanan Teripang di Indonesia

Rumpon Ilegal di Laut Sulawesi

USAID Tetap Komitmen Untuk Perikanan Berkelanjutan dan Konservasi Laut di Indonesia

Dua Kapal Kargo Ditangkap di Sambu

Alami Kebocoran, KM Sinar Bone 1 Dievakuasi KRI Cucut-866

Proses Penanganan Paus Kogia yang Terdampar di Pandeglang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.